Rabu, 19 Dec 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Usai Todongkan Pistol, Ini Aksi "Koboi" saat  di Hay Kafe 

28 April 2018, 06: 30: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

BARANG BUKTI: Airsoft gun KWC Jericho 941 kaliber 4,5 milimeter yang dipakai Edi Setiyono menodong pelayan kafe.

BARANG BUKTI: Airsoft gun KWC Jericho 941 kaliber 4,5 milimeter yang dipakai Edi Setiyono menodong pelayan kafe. (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN - Selain menodong pelayan Kafe, Edi Setiyono juga dilaporkan berkasi bak jagoan di film - film layar lebar. Warga Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Selosari, juga menarik pelatuk Airsoft gun KWC Jericho 941 kaliber 4,5 milimeter jenis pistol yang dibawanya. 

Tanpa alasan pasti, Edy melepaskan tembakan ke udara. Tak pelak, aksi ’’koboi’’ di halaman Hay Kafe di Jalan Samodra, Kelurahan Bulukerto, Magetan mengejutkan sejumlah pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam (THM) itu. 

Perbuatan itu dilakukannya usai menodong Yuli Prasetiyo, salah seorang pelayan kafe. Kapolsek Magetan Kota AKP Munir keributan tersebut diduga dipicu peristiwa pada Kamis malam (26/4). 

Ketika itu Edi ditemani dua pemandu lagu (PL) tengah asyik bernyanyi di room nomor 5. Berdasarkan keterangan saksi, Edi sengaja membuka pintu ruangan. 

Ini dilakukannya mungkin karena merasa pengap akibat asap rokok di dalam ruangan. Tiba-tiba, Yuli menutup pintu tersebut dari luar. 

Entah mengapa tiba-tiba emosi Edi tersulut hingga akhirnya mengeluarkan air softgun. Senjata itu ditodongkan ke pelipis kiri Yuli dengan keras. 

Hasil visum dokter, diketahui ada luka lecet. Setelah itu Edi menuju halaman THM dan menembakkan airsoft gun ke udara sebanyak satu kali. 

’’Kami menerima laporan keributan itu sekitar pukul 20.00 dari warga,’’ ujar Munir. 

Hasil pemeriksaan sementara, aksi emosional Edi itu diduga karena pengaruh minuman beralkohol. Polisi mencium bau khas miras keluar dari mulutnya. 

Pun ketika menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah botol bir di dalam ruangan. 

’’Kami sita juga bir tersebut,’’ imbuh Munir. 

Dia mengatakan, belum ada tersangka terhadap kasus penganiayaan tersebut. Status Edi masih sebagai terlapor dan tidak dilakukan penahanan. 

Pertimbangannya dikenakan pasal 352 KUHP penganiayaan ringan. Pihaknya masih mendalami keterangan para saksi sebelum berlanjut ke gelar perkara. 

Setidaknya enam orang sudah diperiksa penyidik. Yakni, terlapor, masing-masing dua pemandu lagu (PL) dan pelayan, serta pemilik THM. Pemeriksaan dilakukan secara terpisah. 

(mn/cor/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia