Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa
Pilgub Jatim

Survei Unibraw: Gus Ipul-Mbak Puti Unggul 6,7 Persen 

Rabu, 09 May 2018 04:20 | editor : Budhi Prasetya

elektabilitas cagub jatim

tabel elektabilitas (istimewa)

MALANG – Pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur  Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Mbak Puti) makin mengokohkan posisinya untuk memenangkan pilkada, Rabu 27 Juni 2018 nanti. 

Hasil survei Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan Universitas Brawijaya (LKP3 Unibraw) Malang menunjukkan paslon nomor 2 unggul 6,7 persen.

Keterpilihan atau elektabilitas Gus Ipul-Mbak Puti 47,9 persen. Sedangkan paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak 41,2 persen. Ada pun responden yang belum menentukan pilihan 10,9 persen. 

‘’Gus Ipul-Mbak Puti unggul di semua segmen pemilih, baik dari sisi usia, geografis, maupun latar belakang pekerjaan,’’ kata Sekretaris LKP3 Fakultas Ilmu Administrasi Unibraw Andi Kurniawan di Hotel Unibraw Malang, Selasa (8/5).

Dari aspek popularitas, Gus Ipul-Mbak Puti unggul 97,62 persen. Sedangkan Khofifah-Emil 96,78 persen. ‘’Angka ini menunjukkan progresivitas kinerja politik Puti yang secara cepat mampu menyalip popularitas Emil yang jauh lebih dulu tampil di pentas politik Jatim,’’ ujar Andi.

Hasil survei juga memotret publik lebih bisa menerima program-program duet Gus Ipul-Mbak Puti. Di semua bidang, program paslon ini lebih disukai dan dinilai tepat dalam menyelesaikan permasalahan rakyat. 

Sebanyak 45,54 persen publik lebih memilih program Gus Ipul-Puti. Sedangkan Khofifah-Emil dipilih 43,83 persen. Sisanya belum menentukan pilihan. Gus Ipul-Mbak Puti dinilai lebih unggul dalam program pertanian dan ketahanan pangan, pendidikan, serta pariwisata. 

Ini antara lain ditopang program yang akan kembali menggratiskan SMA/SMK di seluruh Jatim. Di bidang pendidikan, 47,94 persen publik mendukung program Gus Ipul-Mbak Puti. 

Program Khofifah-Emil didukung 41,29 persen. Saat ini, SMA/SMK kembali berbayar setelah pengelolaannya diambil alih pemprov. 

‘’Ternyata publik sangat menantikan kebijakan pendidikan gratis ini. Itu menunjukkan sensitivitas Gus Ipul-Mbak Puti pada masalah rakyat,’’ tutur Andi.

Dengan program yang lebih bisa diterima, publik mempersepsikan Gus Ipul-Mbak Puti representasi sosok berpengalaman dan visioner. 

‘’Wajar bila program mereka lebih diterima karena Gus Ipul sudah berpengalaman 10 tahun memimpin Jatim. Jadi dia menawarkan resep jitu tanpa terjebak retorika dan teori,’’ imbuhnya.

Adapun Puti, sambung Andi, melengkapi sosok Gus Ipul dengan menawarkan visi baru. Publik melihat keunggulan Puti di sektor pendidikan dan kesehatan. Dia terlibat banyak dalam advokasi kebijakan dua sektor itu saat aktif di Komisi X DPR RI.

Dari sisi geografis, Gus Ipul-Mbak Puti memimpin hampir di semua wilayah. Di kawasan Arek (Surabaya, Malang, dan sekitarnya) Gus Ipul-Mbak Puti dipilih 49,81 persen. 

Sedangkan Khofifah-Emil 40,00 persen. Sisanya belum menentukan pilihan. Di kawasan Tapal Kuda (Pasuruan hingga Banyuwangi), paslon nomor 2 dipilih 49,51 persen. Sedangkan paslon nomor 1 39,32 persen. Sisanya belum menentukan.

Di kawasan Mataraman, Gus Ipul-Mbak Puti mendapatkan dukungan 46,83 persen. Sedangkan Khofifah-Emil didukung 41,46 persen. Sisanya belum menentukan pilihan. Gus Ipul-Mbak Puti hanya kalah tipis, namun cenderung seimbang di wilayah Mataraman Pesisir dan Madura.

Survei tersebut dilaksanakan pada 23—30 April 2018 dengan 835 responden di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim. Dengan metode pengambilan sampel multistage random sampling, survei ini memiliki batas toleransi kesalahan (margin of error) 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 96,45 persen. 

(mn/jpr/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia