Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Puti Guntur Dihadiahi Kerudung Merah dan Doa Sesepuh Muslimat

Jumat, 25 May 2018 02:00 | editor : Budhi Prasetya

MERAH ITU BERANI: Cawagub nomor 2 Puti Guntur Soekarno mendapat hadiah kerudung merah dari Ibu Nyai Ainur Rohmah, sesepuh Muslimat NU Kota Surabaya. “Merah itu berani. Tidak takut,” tegas Nyai Ainur. Momen itu disaksikan Ny Fatma Saifullah Yusuf, istri ca

MERAH ITU BERANI: Cawagub nomor 2 Puti Guntur Soekarno mendapat hadiah kerudung merah dari Ibu Nyai Ainur Rohmah, sesepuh Muslimat NU Kota Surabaya. “Merah itu berani. Tidak takut,” tegas Nyai Ainur. Momen itu disaksikan Ny Fatma Saifullah Yusuf, istri ca (Istimewa)

SURABAYA - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Puti Guntur Soekarno berkunjung ke kediaman sesepuh Muslimat NU Kota Surabaya Nyai Ainur Rohmah, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Annuriyah, Wonocolo. Cucu Bung Karno itu dihadiahi kerudung merah. Kedatangan Puti menjelang buka puasa, Rabu lalu (23/5), juga bertujuan menimba nilai-nilai santri. ‘’Ibu Nyai Ainur Rohmah adalah guru yang luar biasa bagi generasi muda seperti saya,’’ kata Puti.

Kali ini Puti tampil mengenakan kerudung hijau. Dia ditemani Ny Fatma Saifullah Yusuf, istri calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pasangannya. Keduanya disambut hangat Nyai Ainur Rohmah dan ratusan santriwati di pondok pesantren tersebut. Puti juga didampingi Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Suszie Effiendriaty Manan dan anggota FPDIP DPRD Kota Surabaya Dyah Katarina. Hadir pula sejumlah kader dan pengurus PDIP Kecamatan Wonocolo.

Selain berbuka puasa, Puti membahas beberapa hal penting dengan Nyai Ainur. Di antaranya, mengenai pendidikan karakter di lingkungan institusi pendidikan. ‘’Di suasana Ramadan yang indah ini, yang bisa menjadi ujung tombak adalah pesantren, para ulama, para kiai dan ibu nyai, untuk memberikan penguatan terhadap akhlak dan etika moral pada generasi muda,’’ ujar Puti.

Nyai Ainur Rohmah berpesan agar dilakukan penguatan terhadap pengetahuan tentang Islam yang mengajarkan cinta kepada tanah air. Ulama senior itu berpesan, agenda itu harus dikerjakan Gus Ipul dan Puti jika keduanya terpilih dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

‘’Hubbul wathon minal iman memberi pesan sangat penting. Karena selain cinta kepada Allah SWT, dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, kita sebagai warga bangsa juga harus cinta kepada negara Indonesia, sesama, dan mensyukuri  keberagaman yang dianugerahkan Allah SWT,’’ ucap Puti.

Buka puasa bersama berlangsung ramah dan hangat. Seusai buka puasa dan salat Magrib, Nyai Ainur Rohmah duduk di kursi utama. Sementara Puti, Ny Fatma Saifullah Yusuf, dan segenap yang hadir duduk di bawah. Lesehan di karpet. Nyai Ainur lantas meminta seorang santri untuk mengeluarkan kerudung yang telah disiapkan. Ada tiga kerudung, semua berwarna merah. ‘’Silakan memilih salah satu,’’ kata Nyai Ainur yang memiliki ribuan santri itu.

Puti mengambil salah satu. Dia diminta untuk mengenakan langsung. ‘’Dirangkap saja,’’ kata Nyai Ainur. Kerudung merah itu dikenakan pada Puti, dirangkapkan dengan kerudung hijau yang sudah dipakainya.

Setelah itu, Nyai Ainur Rohmah mengajak semua yang hadir mendoakan bagi keberhasilan Gus Ipul-Mbak Puti dalam Pilkada Jawa Timur 2018. Acara dilanjutkan salat Tarawih berjamaah di Pondok Pesantren Annuriyah. ‘’Kerudung itu sudah saya siapkan lama. Njagani kalau Mbak Puti datang ke sini,’’ kata Nyai Ainur Rohmah. ‘’Merah itu berani. Gak wedi (tidak takut, Red). Gak licik,’’ kata Nyai Ainur.

Dia juga berpesan agar Puti dan Ny Fatma Saifullah Yusuf, dan semua yang hadir, rajin salat malam. ‘’Yang rajin salat Tahajud ya. Yang biasanya empat rakaat, ditambah menjadi delapan rakaat,’’ pesannya.

Menurut Puti, pondok pesantren adalah ujung tombak bagi penguatan karakter bangsa Indonesia. ‘’Para ulama, kiai, nyai, memberi penguatan terhadap akhlak dan etika kepada generasi muda. Dan juga penguatan atas pengetahuan tentang Islam yang sangat mengedepankan rasa kemanusiaan dan mengajarkan cinta tanah air,’’ tegasnya.

Mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH memuji langkah Puti sowan Nyai Ainur Rohmah. ‘’Beliau adalah ulama panutan, yang dengan terbuka, berkenan membimbing agama dan mendampingi generasi yang lebih muda,’’ kata Bambang.

Bambang dan keluarga memiliki hubungan dekat dengan Ainur Rohmah. Sewaktu menjadi wali kota Surabaya dan setelah lengser, Bambang dan keluarga masih sering bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Annuriyah, Wonocolo. ‘’Kami bahkan diperlakukan seperti anak sendiri oleh Nyai Ainur,’’ imbuh Bambang. 

(mn/jpk/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia