Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa

Rumah Sadimo Terbakar, Sembako dan Perhiasan Tak Terselamatkan

Jumat, 25 May 2018 03:00 | editor : Budhi Prasetya

kebakaran madiun

BERKALANG ARANG: Rumah Sadimo di Kenongorejo, Pilangkenceng, ludes terbakar kemarin (24/5). (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

PILANGKENCENG – Tertunduk lesu Sadimo mendapati rumahnya rata tanah kemarin (24/5). Pulang berkebun, kakek 68 tahun itu mendapati rumahnya di RT 17, RW 3, Kenongorejo, Pilangkenceng, itu sudah berkalang arang. ‘’Saat kebakaran, saya sedang jualan di pasar,’’ kata Puput Hadi Saputro, anak Paimo.

Sebagian besar rumah itu memang bertekstur kayu. Itu membuat kobaran api cepat merembet. Stok kebutuhan pokok dan barang berharga di dalamnya pun ludes terbakar. Selain sembako berupa minyak goreng, gula, dan beras, satu ton padi pun ludes. Perhiasan, surat berharga di dalam lemari, serta barang elektronik pun tak terselamatkan. ‘’Saya tak tahu persis apa penyebabnya,’’ ujar Puput yang tahu rumahnya terbakar setelah dikabari tetangganya itu.

Tetangga sekitar pun tak tinggal diam. Mereka bahu membahu memadamkan dengan berbagai cara dan alat seadanya. Agar kobarannya tak merembet ke rumah di kanan kirinya. ‘’Bahaya jika kobaran api itu sampai tertiup angin kencang,’’ tukas Tatang Heru, kades Kenongorejo.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga berupaya mencarikan perhiasan milik Sadimo. Barangkali logam mulia itu terserak di tumpukan puing-puing rumah. Tatang juga bakal menggerakkan warganya bekerja bakti membangunkan rumah sementara untuk keluarga malang itu. ‘’Satu-dua hari ke depan, kami upayakan dibangun,’’ tuturnya.

Kapolsek Pilangkenceng AKP Sudarno mengatakan, musibah itu pertama kali diketahui oleh Sari, istri Sadimo. Saat itu, nenek 68 tahun itu tengah mencuci pakaian di belakang rumahnya. Tiba-tiba, dia mendengar suara gemuruh seperti ada benda jatuh. Sari pun mencari sumber suara itu berasal. Betapa terkejutnya dia mendapati sumber suara itu berasal dari kamar rumah depan. ‘’Spontan korban berteriak meminta tolong kepada tetangga bahwa rumahnya kebakaran,’’ terangnya.

Para tetangga yang mendengar teriakan Sari langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka bahu membahu mematikan api sebisanya. Sebelum mobil pemadam kebakaran milik Gupusmu II Ditpalad Saradan datang menghentikan amukan si jago merah. Sayang, kobaran api terlalu cepat menghabiskan rumah Sadimo. Api berhasil padam saat seisi rumah itu sudah hangus. ‘’Dampak kebakaran ini hanya materi,’’ sebutnya.

Kuat dugaan kebakaran disebabkan korsleting listrik. Hubungan arus pendek itu berasal dari rumah bagian depan sebelah utara yang lebih dahulu terbakar. Dugaan itu diperkuat dengan keterangan saksi yang mengatakan sumber api berasal dari rumah bagian depan. Pun, saat olah TKP petugas mendapati satu buah potongan kabel yang terbakar. ‘’Selain bangunannya kayu, banyaknya tumpukan minyak goreng dan plastik juga memacu api cepat membesar,’’ terang Sudarno. (bel/c1/fin)

(mn/bel/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia