Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa

Gila, Bayi Usia Lima Bulan Sengaja Dibuang ke Hutan

Jumat, 25 May 2018 05:00 | editor : Budhi Prasetya

pembunuhan bayi

TRAGIS: Kematian Febrian Gilang Ramadan sungguh mengenaskan. Bayi berusia lima bulan itu dibuang orang tuanya di kawasan hutan Dusun Klego. (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

MRICAN – Ratusan warga semburat memenuhi Lapangan Tembak Dusun Klego, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pukul 14.00 kemarin (24/5). Itu setelah adanya temuan bayi tewas dalm kondisi mengenaskan di bawah pohon nangka barat Lapangan Tembak. TKP masuk di kawasan hutan Dusun Klego. ’’Petugas langsung kami turunkan setelah dapat laporan,’’ kata Kapolsek Jenangan AKP Haryo Kusbiantoro kepada Radar Ponorogo.

Pihaknya mendapat laporan dari warga setempat terkait penemuan bayi tersebut. Haryo menyebut petani sedang beraktivitas di kebun yang ada di lokasi. Saat saksi hendak melintas di saluran irigasi, dia kaget melihat sesosok bayi. ‘’Dari jalan raya masuk ke sini, jalannya masih tanah dan turun, sehingga memakan waktu cukup lama,’’ ujarnya.

Diketahui bayi laki-laki itu tewas dengan luka serius di bagian kepala dan pipi. Petugas belum mengetahui persis penyebab pasti meninggalnya bayi yang berusia lima bulan itu. Namun, dugaan kuat memang sengaja dibuang orang tuanya. Praktis, ada dugaan kesengajaan untuk dibunuh. TKP pembuangan juga jauh dari jangkauan warga. ‘’Masih menunggu visum dari rumah sakit, seperti apa prosesnya mari ikuti bersama,’’ lanjut Haryo.

Medan berat membuat petugas berjibaku melakukan evakuasi jenazah. Dua jam kemudian jenazah baru dapat dievakuasi dibantu warga setempat. Pun langsung dikirim ke rumah sakit untuk dilakukan visum. ’’Lokasi sementara disterilkan guna proses penyelidikan selanjutnya,’’ terang Haryo.

Petugas langsung bergerak cepat melacak identitas orang tua bayi. Bekerja sama dengan Polsek Pulung, akhirnya petugas menemukan identitasnya. Diketahui bayi tersebut putra pasangan Hariyono dengan Tutik Setiyorini warga Desa Wotan, Pulung. Bayi laki-laki itu bernama Febrian Gilang Ramadan. ‘’Kami amankan dulu kedua orang tuanya untuk dimintai keterangan,’’ ungkap Haryo.

Sampai berita ini dimuat, orang tuanya masih syok dan dirawat di puskesmas setempat. Sehingga belum dapat dimintai keterangan. Termasuk penyebab tewasnya putra tunggalnya tersebut. ‘’Izinkan kami melakukan penyelidikan dahulu sehingga nanti dapat menyimpulkan duduk perkaranya seperti apa,’’ ujarnya.    

Dugaan sementara, korban dibuang oleh orang tua kandung. Dia menjelaskan masih mendalami kasus ini. Termasuk motif orang tua yang tega membuang bayi kandungnya. ’’Kami laporkan ke pimpinan untuk menunggu proses penyelidikan selanjutnya,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap warga turut bekerja sama memberikan informasi pendukung guna menyingkap kasus tewasnya bayi tersebut. Pun aktif melapor jika ada kasus serupa agar penanganan segera terdeteksi sedini mungkin. ’’Itu masih dugaan sementara, sekali lagi masih kami dalami,’’ pungkas Haryo. 

(mn/jpk/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia