Selasa, 13 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa

Mbak Puti Hadiri Tasyakuran Hari Lahir Bung Karno

Rabu, 06 Jun 2018 03:00 | editor : Budhi Prasetya

HUT BUNG KARNO: Calon wagub Jatim Puti Guntur Soekarno menghadiri tasyakuran hari lahir Bung Karno di Kampung Pandean IV, Peneleh, Surabaya, kemarin (5/6).

HUT BUNG KARNO: Calon wagub Jatim Puti Guntur Soekarno menghadiri tasyakuran hari lahir Bung Karno di Kampung Pandean IV, Peneleh, Surabaya, kemarin (5/6). (Istimewa)

SURABAYA - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar malam tasyakuran Hari Lahir Bung Karno. Acara ini dihadiri calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Puti Guntur Soekarno. Itu merupakan rangkaian Juni Bulan Bung Karno.

Kegiatan dilangsungkan di Jalan Pandean IV, Selasa (5/6). Tepat di depan rumah nomor 40, yang diberi tetenger rumah kelahiran Bung Karno dan jadi cagar budaya. ‘’Hari kelahiran Bung Karno 6 Juni. Hari ini kita gelar tasyakuran, malam menjelang kelahiran Sang Putera Fajar,’’ kata Whisnu Sakti Buana, ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Sekitar 4.000 lebih kader, pengurus, dan anggota PDIP, bersama masyarakat umum, hadir dalam acara itu. ‘’Sebanyak 117 tumpeng kami sajikan di sini. Ini tetenger jumlah tahun kelahiran Bung Karno, sejak 1901-2018,’’ ujar Whisnu yang juga wakil wali kota Surabaya tersebut.

Suasana terlihat riuh di kampung tua itu. Setiap kecamatan di Surabaya membawa tiga tumpeng. Plus anggota DPRD Kota Surabaya, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan DPR RI dari fraksi PDIP. Sore itu, menjelang buka puasa, warga terus berdatangan sambil membawa tumpeng. Mereka lesehan di karpet merah sambil menunggu azan magrib.

‘’Salah satu cara kita berterima kasih pada Bung Karno atas perjuangannya, yaitu bekerja keras memenangkan cucu beliau, Mbak Puti Guntur Soekarno, sebagai wakil gubernur Jawa Timur,’’ tegas Whisnu.

Penegasan itu disambut sorak sorai warga yang hadir. ‘’Nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti,’’ cetus warga bersahutan. Whisnu pun bertekad meraih suara besar untuk Gus Ipul-Mbak Puti di Kota Surabaya. ‘’Kita harus menang tebal,’’ pinta Whisnu.

Dalam kesempatan tersebut, Puti menegaskan arek-arek Suroboyo patut berbangga karena Bung Karno lahir di Kota Pahlawan ini. ‘’Bung Karno lahir di Surabaya, karena itu menjadi arek Suroboyo. Kemudian, beliau tumbuh sebagai tokoh pergerakan di Surabaya pula, ketika indekos di rumah HOS Tjokroaminoto,’’ kata Puti.

Dia mengatakan, cita-cita Bung Karno tentang terwujudnya negara yang adil dan makmur, jalan utamanya adalah mewujudkan pemerintahan yang prorakyat. ‘’Pemerintahan yang melayani rakyat, yang angggarannya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat,’’ ujar Puti.

Dia menyebut Kota Surabaya, sejak pascareformasi, telah banyak berbenah dan menghadirkan karakter pemerintahan yang melayani rakyat. Sekaligus membuka ruang partisipasi publik. ‘’Tahun 2002, Surabaya dipimpin Wali Kota Bambang DH. Kemudian sejak 2010 dipimpin Wali Kota Bu Risma. Kota ini tidak henti menata diri. Masyarakat pun banyak menikmati manfaatnya. Inilah jalan mewujudkan cita-cita perjuangan Bung Karno,’’ tegas Puti.

(mn/jpr/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia