Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Semangat Menangkan Gus Ipul-Mbak Puti,Sekjen DPP PDIP Nyekar ke Blitar

Kamis, 07 Jun 2018 03:05 | editor : Budhi Prasetya

 ZIARAH:  Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (baju batik merah) nyekar di makam Bung Karno, di Kota Blitar, Rabu (6/6). 

 ZIARAH:  Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (baju batik merah) nyekar di makam Bung Karno, di Kota Blitar, Rabu (6/6).  (Istimewa)

BLITAR - Memperingati Hari Lahir Bung Karno, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto nyekar di Makam Bung Karno, Bendogerit, Kota Blitar, kemarin (6/6). Ziarah itu sebagai bagian dari peringatan Juni Bulan Bung Karno. 

6 Juni 1901 adalah hari kelahiran Sang Putera Fajar di kampung Pandean Gang IV/40, Kota Surabaya. ‘’Semakin tebal semangat dan keyakinan kami untuk memenangkan cucu beliau, Mbak Puti Guntur Soekarno, sebagai wakil gubernur Jawa Timur,’’ kata Hasto usai nyekar di Makam Bung Karno.

Dalam Pilkada Jawa Timur 2018, PDIP bersama PKB, PKS, dan Gerindra mengusung pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur  Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Mbak Puti). ‘’Inilah pasangan yang membawa semangat merah putih, yang melayani rakyat, mengayomi semua golongan. Bersih, penuh integritas, dan punya cita-cita kerakyatan yang jelas,’’ kata Hasto.

Insinyur teknik lulusan UGM itu didampingi sejumlah aktivis perempuan PDIP yang mengenakan kerudung merah. Seperti yang khas dikenakan Puti. Salah satunya, Eva Kusuma Sundari, anggota fraksi PDIP DPR RI. Ada pula istri kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan DPRD dari PDIP di Jawa Timur. Juga Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Budi ”Kanang” Sulistyono, Sulistyorini S. Taufik Achwan, anggota FPFIP DPRD kota dan kabupaten, serta pengurus PDIP lain.

‘’Bung Karno dan seluruh gagasannya adalah inspirasi yang tidak pernah habis bagi Indonesia. Bung Karno adalah seorang pejuang dan pengabdi, sampai akhir hayat,’’ tegas Hasto.

Dia menyebut Puti tidak hanya mewarisi hubungan darah dengan kakeknya, Bung Karno. Lebih dari itu, Puti juga mewarisi gagasan-gagasan ideologis yang dibangun Bung Karno sejak muda hingga wafat. ‘’Mbak Puti mendapat tugas dari Ibu Megawati (ketua Umum DPP PDIP, Red) untuk merajut merah putih, merawat kebangsaan di Jawa Timur. Mendampingi Gus Ipul, santri dan kader NU,’’ jelas Hasto.

Cita-cita Bung Karno tentang masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur, lanjut Hasto, kelak diwujudkan kebijakan-kebijakan pemerintahan yang berpihak pada kepentingan rakyat. ‘’Seperti pendidikan gratis SMA/SMK negeri, nutrisi makmur bagi ibu-ibu hamil dan pemilik balita, kartu Jatim sehat, dan pemberdayaan ekonomi bagi kaum perempuan. Itu contoh rencana kebijakan Mbak Puti ke depan,’’ ungkapnya.

Dia yakin, peringatan Hari Lahir Bung Karno akan menyatukan seluruh gerakan perjuangan untuk Gus Ipul-Mbak Puti. ‘’Juni Bulan Bung Karno adalah momen tepat untuk menyatukan semua tekad, memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti di Pilkada Jawa Timur 2018,’’ lanjut Hasto.

Dukungan terus mengalir dari berbagai pihak untuk memperkuat Gus Ipul-Mbak Puti. Usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Jumat pekan lalu (1/6), Presiden Jokowi bertemu Puti. Beredar foto-foto yang menunjukkan keakraban Jokowi-Puti. ‘’Kami membicarakan banyak hal, termasuk kondisi Pilkada Jawa Timur. Pak Jokowi berpesan agar saya maju terus. Tidak usah tengok kanan-kiri. Terus temui rakyat Jawa Timur,’’ kata Puti setelah momen pertemuan itu.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kagum dengan foto-foto keakraban tersebut. ‘’Saya surprise. Saya yakin, jarang yang mendapat perhatian begitu dari Bapak Presiden,’’ ujar Risma.

Risma menilai keakraban tersebut telah memberi arah bagi warga masyatakat Jawa Timur dalam menentukan pilihan di bilik-bilik suara pada 27 Juni mendatang. Apalagi Jokowi memiliki jutaan pengagum di Jawa Timur. ‘’Warga Jawa Timur tahu arah senyuman Pak Jokowi,’’ yakin Risma

(mn/jpr/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia