Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Kota Madiun
Mudik Lebaran

Ugal-ugalan di Jalan, Izin Operasional Bus Jadi Taruhan

Selasa, 12 Jun 2018 02:45 | editor : Budhi Prasetya

TURUN LAPANGAN: Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengecek kesiapan armada bus di Terminal Purbaya, Senin (11/6).

TURUN LAPANGAN: Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengecek kesiapan armada bus di Terminal Purbaya, Senin (11/6). (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Kenyaman dan keamanan pemudik yang menggunakan transportasi umum menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Tidak heran korps baju coklat-coklat itu bertindak tegas jika menjumpai pelanggaran. 

Seperti yang terlihat di Terminal Purbaya Kota Madiun. Sejumlah armada bus terpaksa diusir  setelah kedapatan menyalahi aturan main trayek. Di antaranya bus pariwisata. 

Bukan golongan angkutan umum tapi nekat mengantarkan penumpang dengan tujuan Madiun. Itu tidak dibenarkan Peraturan Kementerian Perhubungan 32/2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. 

‘’Setelah itu masih hendak mengangkut penumpang lagi. Padahal trayeknya bukan dari Madiun,” kata Kepala Terminal Purbaya Madiun Hari Suhardana. 

Di luar itu, lanjut Hari, kelaikan bus menjadi faktor krusial selama mudik-balik Lebaran ini. Dia turut mewaspadai bus-bus yang nekat menggunakan ban vulkanisir demi efisiensi anggaran.  

‘’Ban vulkanisir rawan meletus apalagi saat melaju kencang,’’ ujarnya.

Kelancaran perjalanan dengan kendaraan umum sangat bergantung pada kesiapan kondisi fisik pengemudinya. Jika kondisi sopir bus tak prima jelas perjalanannya rentan bahaya. Apalagi jika sopirnya macam-macam mengonsumsi alkohol maupun narkoba. 

Senin (11/6), Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu turun langsung memantau tes urine puluhan sopir bus di Terminal Purbaya. ‘’Human error menjadi biang utama laka lantas,’’ tegasnya. 

Nasrun sempat berbincang dengan sejumlah penumpang. Mereka curhat ingin sampai ke kampung halaman dengan selamat. 

Mendengar ini, kepada awak bus Nasrun menekankan pentingnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Apa artinya kebut-kebutan dan kejar setoran bila tak selamat sampai tujuan. 

‘’Jika masih saja ada (bus) yang ugal-ugalan, kami tindak tegas. Kami pun tak segan mencabut izin operasional dari PO (perusahaan otobus, Red) terkait,’’ janjinya. 

(mn/naz/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia