alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Klarifikasi Bea Cukai dan MGPA Soal Pembongkaran Logistik Ducati WSBK

MATARAM – Video pembongkaran kargo tim Ducati yang berisi motor Panigale V4R tunggangan pembalap Michael Rinaldi menjelang digelarnya WSBK Mandalika viral di dunia maya. Menanggapi hal tersebut, pihak bea cukai menyatakan bahwa pembongkaran itu bersifat resmi dan sudah sesuai dengan UU yang berlaku.

Memang, pembongkaran tidak dilakukan di bandara, melainkan di Sirkuit Mandalika. Menurut pihak bea cukai hal itu diperbolehkan atas permintaan importir. Dalam unggahan Instagram @beacukaimataram sejumlah foto menunjukkan proses pembongkaran logistik sejumlah motor yang akan digunakan untuk balapan seri terakhir WSBK di Sirkuit Mandalika 19-21 November.

Pembongkaran pun disaksikan langsung oleh importir. Karena mereka yang mempersiapkan barang-barang yang akan diperiksa. ‘’Perlu kami jelaskan bahwa dokumentasi di medsos sebagai bagian dari edukasi dan bentuk tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas, serta kami upayakan tidak mengandung informasi yang sensitif,’’ tulis pernyataan resmi Humas Bea Cukai Mataram mengenai video-video yang diunggah akun instagram @beacukaimataram selama proses penurunan logistik WSBK.

Baca Juga :  Turun di Kelas Moto3, Mario Suryo Aji Jalani Latihan Bebas di Mandalika

Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah juga memberikan klarifikasi. Menurutnya, pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai aturan, telah mendapat izin dan didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung. Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti serta memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis,’’ katanya. ‘’Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo,’’ lanjut Ricky dalam rilis resmi.

Ricky memang menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab telah mendekati motor, mengambil video tanpa izin, dan memublikasikannya. Sehingga menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor. ‘’Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan internasional atas insiden yang terjadi. Saya pribadi telah mendiskusikan ini dengan Dorna dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti,’’ terangnya. (her)

MATARAM – Video pembongkaran kargo tim Ducati yang berisi motor Panigale V4R tunggangan pembalap Michael Rinaldi menjelang digelarnya WSBK Mandalika viral di dunia maya. Menanggapi hal tersebut, pihak bea cukai menyatakan bahwa pembongkaran itu bersifat resmi dan sudah sesuai dengan UU yang berlaku.

Memang, pembongkaran tidak dilakukan di bandara, melainkan di Sirkuit Mandalika. Menurut pihak bea cukai hal itu diperbolehkan atas permintaan importir. Dalam unggahan Instagram @beacukaimataram sejumlah foto menunjukkan proses pembongkaran logistik sejumlah motor yang akan digunakan untuk balapan seri terakhir WSBK di Sirkuit Mandalika 19-21 November.

Pembongkaran pun disaksikan langsung oleh importir. Karena mereka yang mempersiapkan barang-barang yang akan diperiksa. ‘’Perlu kami jelaskan bahwa dokumentasi di medsos sebagai bagian dari edukasi dan bentuk tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas, serta kami upayakan tidak mengandung informasi yang sensitif,’’ tulis pernyataan resmi Humas Bea Cukai Mataram mengenai video-video yang diunggah akun instagram @beacukaimataram selama proses penurunan logistik WSBK.

Baca Juga :  Dua Poin Penting Super Mario

Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah juga memberikan klarifikasi. Menurutnya, pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai aturan, telah mendapat izin dan didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung. Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti serta memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis,’’ katanya. ‘’Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo,’’ lanjut Ricky dalam rilis resmi.

Ricky memang menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab telah mendekati motor, mengambil video tanpa izin, dan memublikasikannya. Sehingga menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor. ‘’Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan internasional atas insiden yang terjadi. Saya pribadi telah mendiskusikan ini dengan Dorna dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti,’’ terangnya. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/