alexametrics
29.9 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Kalah Lawan PSDS, Pelatih Persinga Ngeluh Lapangan Licin

MALANG, Jawa Pos Radar Ngawi – Persinga Ngawi harus menanggung malu. Kemarin (11/2) tim berjuluk Laskar Ketonggo itu digulung PSDS Deli Serdang di Lapangan Brigif 502, Malang.

Dengan hasil tersebut, posisi Persinga terpojok. Karena pesaingnya, Maluku FC berhasil menang 3-0 atas Perigubin. Saat ini, Persinga baru mengemas satu poin. Sedangkan, Maluku FC (4) dan PSDS (6). ‘’Kejadian force majeure membuat pemain tidak bermain maksimal,’’ kata Pelatih Kepala Persinga Gusnul Yakin.

Force majeure yang dimaksud Gusnul adalah pemberitahuan jadwal pertandingan tunda yang mendadak. Pihaknya menerima informasi pukul 23.00 Kamis (20/2). Sedangkan pertandingan di Lapangan Brigif 502 digelar pukul 09.00 keesokan harinya. ‘’Kondisi lapangannya juga tidak sesuai standar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Coach Nova Kecewa dengan Penampilan PraMel

Menurut Gusnul, rumput lapangan cukup licin. Sehingga anak asuhnya yang mengenakan sepatu dengan spul standar tidak bisa bermain maksimal. Beda dengan PSDS yang kemampuan finansialnya lebih baik. Para pemainnya mampu mengatasi persoalan lapangan licin. ‘’Anak-anak sering kehilangan bola karena terpeleset,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

MALANG, Jawa Pos Radar Ngawi – Persinga Ngawi harus menanggung malu. Kemarin (11/2) tim berjuluk Laskar Ketonggo itu digulung PSDS Deli Serdang di Lapangan Brigif 502, Malang.

Dengan hasil tersebut, posisi Persinga terpojok. Karena pesaingnya, Maluku FC berhasil menang 3-0 atas Perigubin. Saat ini, Persinga baru mengemas satu poin. Sedangkan, Maluku FC (4) dan PSDS (6). ‘’Kejadian force majeure membuat pemain tidak bermain maksimal,’’ kata Pelatih Kepala Persinga Gusnul Yakin.

Force majeure yang dimaksud Gusnul adalah pemberitahuan jadwal pertandingan tunda yang mendadak. Pihaknya menerima informasi pukul 23.00 Kamis (20/2). Sedangkan pertandingan di Lapangan Brigif 502 digelar pukul 09.00 keesokan harinya. ‘’Kondisi lapangannya juga tidak sesuai standar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Persekama Tahan Imbang Tuan Rumah Persem Mojokerto

Menurut Gusnul, rumput lapangan cukup licin. Sehingga anak asuhnya yang mengenakan sepatu dengan spul standar tidak bisa bermain maksimal. Beda dengan PSDS yang kemampuan finansialnya lebih baik. Para pemainnya mampu mengatasi persoalan lapangan licin. ‘’Anak-anak sering kehilangan bola karena terpeleset,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/