alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Persinga Ngawi Dibantai Persedikab Kediri Lima Gol Tanpa Balas

SIDOARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Persinga Ngawi gagal memenuhi ambisi untuk lolos ke Liga 3 Nasional. Setelah pada laga perempatfinal Liga 3 Jatim kemarin (11/12), klub besutan Gusnul Yakin itu dibantai Persedikab Kediri lima gol tanpa balas di Stadion Gelora Sidoarjo. ‘’Hasil ini benar-benar mengecewakan, Permainan anak-anak tidak seperti biasanya,’’ kata coach Gusnul.

Benar adanya kalau Persinga tampil inferior. Pasalnya, pada babap pertama saja gawang Persinga sudah kebobolan dua gol. Setelah jeda pertandinga, bukannya bangkit tapi malah morat-marit. Pertahanan Persinga dikoyak tiga gol oleh para pemain Persedikab.

Gusnul mengaku bingung dengan permainan anak asuhnya. Tidak adanya kolektivitas antarpemain membuat kreasi serangan gagal. Begitu juga dengan barisan lini belakang terlihat keropos. ‘’Saat jeda babak pertama, anak-anak saya beri motivasi untuk mengejar. Tapi, ternyata tidak ada perubahan. Kami justru kebobolan lebih banyak lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bus Terlambat Datang, Penumpang Keleleran di Terminal Kertonegoro Ngawi

Di sisi lain, Gusnus juga terlilit masalah abesennya lima pemain pada saat laga itu karena alasan sakit demam. Baginya persoalan itu cukup menganggu. Sehingga, dirinya tidak bisa menampilkan skuad komplet. ‘’Meski kalah, saya mengapresiasi perjuangan anak-anak yang sudah sanggup mencapai babak perempatfinal,’’ ujar Gusnul. (sae/her)

SIDOARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Persinga Ngawi gagal memenuhi ambisi untuk lolos ke Liga 3 Nasional. Setelah pada laga perempatfinal Liga 3 Jatim kemarin (11/12), klub besutan Gusnul Yakin itu dibantai Persedikab Kediri lima gol tanpa balas di Stadion Gelora Sidoarjo. ‘’Hasil ini benar-benar mengecewakan, Permainan anak-anak tidak seperti biasanya,’’ kata coach Gusnul.

Benar adanya kalau Persinga tampil inferior. Pasalnya, pada babap pertama saja gawang Persinga sudah kebobolan dua gol. Setelah jeda pertandinga, bukannya bangkit tapi malah morat-marit. Pertahanan Persinga dikoyak tiga gol oleh para pemain Persedikab.

Gusnul mengaku bingung dengan permainan anak asuhnya. Tidak adanya kolektivitas antarpemain membuat kreasi serangan gagal. Begitu juga dengan barisan lini belakang terlihat keropos. ‘’Saat jeda babak pertama, anak-anak saya beri motivasi untuk mengejar. Tapi, ternyata tidak ada perubahan. Kami justru kebobolan lebih banyak lagi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Janji Kambu Tampil Habis-habisan Bela Persinga

Di sisi lain, Gusnus juga terlilit masalah abesennya lima pemain pada saat laga itu karena alasan sakit demam. Baginya persoalan itu cukup menganggu. Sehingga, dirinya tidak bisa menampilkan skuad komplet. ‘’Meski kalah, saya mengapresiasi perjuangan anak-anak yang sudah sanggup mencapai babak perempatfinal,’’ ujar Gusnul. (sae/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/