alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Laga Penentu, Persinga Butuh Imbang untuk Lolos

BANTUL, Jawa Pos Radar Ngawi – Telah mengantongi empat poin dari laga sebelumnya membuat skuad Persinga memiliki peluang lolos yang sama dengan lawannya hari ini, Persiba Bantul. Kedua tim nanti harus melewati laga krusial mereka dalam pertandingan do or die.

Di atas kertas, Persinga sangat diuntungkan. Karena mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke babak 16 besar tanpa harus bergantung pada laga lainnya, Sleman United versus Protaba Bantul. Tapi, itu tentu bukan perkara mudah. Karena lawan yang mereka hadapi adalah si empu Stadion Sultan Agung. Dukungan dari suporter tuan rumah pasti memengaruhi mental Slamet ”Larso” Hariyadi dkk.

Parahnya lagi, masalah mental bertanding masih menjadi persoalan krusial yang dihadapi oleh coach Putut Widjanarko. Karena kondisi semacam ini bukan kali pertama dihadapi Persinga. Pada saat penyisihan grup pra putaran nasional lalu, Persinga pernah bersaing dengan Persijap Jepara sampai akhir. Dan, hasilnya tim berjuluk Laskar Ketonggo itu keok.

Baca Juga :  Dua Hari Raya Tidak Mudik

Namun demikian, Putut mengaku sudah menyuntikkan motivasi kepada para pemainnya pascamenang kontra Sleman United, Sabtu lalu (14/12). Termasuk mengajak seluruh anak asuhnya mempelajari gaya bermain Persiba yang sering mengandalkan kekuatan sayap. ‘’Tapi, bukan berarti tidak ada kelemahan. Justru menurut kami titik lemah lawan itu ada pada lini belakang,’’ ungkapnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Putut berencana merotasi pemain belakangnya. Seperti memarkir Nanda Helvrit karena akumulasi kartu. Posisinya akan digantikan oleh Rahmad Sucipto. Lalu, memutuskan mengistirahatkan Eka Yuda dan menggantinya dengan Syaiful Rizal. (tif/c1/her)

BANTUL, Jawa Pos Radar Ngawi – Telah mengantongi empat poin dari laga sebelumnya membuat skuad Persinga memiliki peluang lolos yang sama dengan lawannya hari ini, Persiba Bantul. Kedua tim nanti harus melewati laga krusial mereka dalam pertandingan do or die.

Di atas kertas, Persinga sangat diuntungkan. Karena mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke babak 16 besar tanpa harus bergantung pada laga lainnya, Sleman United versus Protaba Bantul. Tapi, itu tentu bukan perkara mudah. Karena lawan yang mereka hadapi adalah si empu Stadion Sultan Agung. Dukungan dari suporter tuan rumah pasti memengaruhi mental Slamet ”Larso” Hariyadi dkk.

Parahnya lagi, masalah mental bertanding masih menjadi persoalan krusial yang dihadapi oleh coach Putut Widjanarko. Karena kondisi semacam ini bukan kali pertama dihadapi Persinga. Pada saat penyisihan grup pra putaran nasional lalu, Persinga pernah bersaing dengan Persijap Jepara sampai akhir. Dan, hasilnya tim berjuluk Laskar Ketonggo itu keok.

Baca Juga :  Pandemi, Tetap Mendampingi dan Mengawasi

Namun demikian, Putut mengaku sudah menyuntikkan motivasi kepada para pemainnya pascamenang kontra Sleman United, Sabtu lalu (14/12). Termasuk mengajak seluruh anak asuhnya mempelajari gaya bermain Persiba yang sering mengandalkan kekuatan sayap. ‘’Tapi, bukan berarti tidak ada kelemahan. Justru menurut kami titik lemah lawan itu ada pada lini belakang,’’ ungkapnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Putut berencana merotasi pemain belakangnya. Seperti memarkir Nanda Helvrit karena akumulasi kartu. Posisinya akan digantikan oleh Rahmad Sucipto. Lalu, memutuskan mengistirahatkan Eka Yuda dan menggantinya dengan Syaiful Rizal. (tif/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/