alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Gunung Gede Resmi Jadi Venue Paralayang

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Festival Paralayang Liga Jatim Seri 1 Bupati Ngawi Cup 2020 berlangsung sukses. Karena itu, penyelenggara bakal meningkatkan level kejuaraan yang digelar di Bukit Gunung Gede, Desa Wonosari, Kecamatan Sine, itu menjadi skala nasional. ‘’Rencananya diselenggarakan Juni nanti,’’ kata Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana Minggu (16/2).

Rudi menjelaskan, kejuaraan itu tidak hanya untuk menjaring bibit atlet paralayang masa depan. Namun juga untuk menunjang pengembangan pariwisata Ngawi. ”Dengan adanya venue paralayang yang bagus, akan banyak orang tertarik berkunjung,” ujarnya. ”Diharapkan nanti wisatawan yang menuju Magetan dan Karanganyar mau singgah ke Ngawi melalui jalur Candi Cetho,” imbuh Rudi.

Baca Juga :  Momen HUT Ke-49 Korpri, Bupati Ingatkan Upgrade Kapasitas SDM

Kejuaraan itu sendiri kemarin memasuki babak final. Bersamaan itu, spot Bukit Gunung Gede diresmikan sebagai venue paralayang yang ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono bersama Direksi PT Candiloka Jamus.

Kanang menuturkan, festival paralayang serupa mendatang harus dipersiapkan lebih matang. Pun, perlu penambahan sejumlah fasilitas agar memenuhi standar kejuaraan resmi. ”Terutama akses naik ke bukit dan landasannya,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi upaya pihak penyelenggara dan para atlet menyebarluaskan info kerjuaraan paralayang itu sehingga atlet yang berpartisipasi membeludak mencapai ratusan orang. ”Bagi mereka, ini ibarat surga. Selain pemandangannya bagus, medannya juga menantang,” ungkapnya. (rio/c1/isd/adv) 

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Festival Paralayang Liga Jatim Seri 1 Bupati Ngawi Cup 2020 berlangsung sukses. Karena itu, penyelenggara bakal meningkatkan level kejuaraan yang digelar di Bukit Gunung Gede, Desa Wonosari, Kecamatan Sine, itu menjadi skala nasional. ‘’Rencananya diselenggarakan Juni nanti,’’ kata Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana Minggu (16/2).

Rudi menjelaskan, kejuaraan itu tidak hanya untuk menjaring bibit atlet paralayang masa depan. Namun juga untuk menunjang pengembangan pariwisata Ngawi. ”Dengan adanya venue paralayang yang bagus, akan banyak orang tertarik berkunjung,” ujarnya. ”Diharapkan nanti wisatawan yang menuju Magetan dan Karanganyar mau singgah ke Ngawi melalui jalur Candi Cetho,” imbuh Rudi.

Baca Juga :  Coblos Tembus Simetris Sah?

Kejuaraan itu sendiri kemarin memasuki babak final. Bersamaan itu, spot Bukit Gunung Gede diresmikan sebagai venue paralayang yang ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono bersama Direksi PT Candiloka Jamus.

Kanang menuturkan, festival paralayang serupa mendatang harus dipersiapkan lebih matang. Pun, perlu penambahan sejumlah fasilitas agar memenuhi standar kejuaraan resmi. ”Terutama akses naik ke bukit dan landasannya,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi upaya pihak penyelenggara dan para atlet menyebarluaskan info kerjuaraan paralayang itu sehingga atlet yang berpartisipasi membeludak mencapai ratusan orang. ”Bagi mereka, ini ibarat surga. Selain pemandangannya bagus, medannya juga menantang,” ungkapnya. (rio/c1/isd/adv) 

Most Read

Artikel Terbaru

/