alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Mohammad Adenanta Putra, The Next Mario Suryo Aji

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Magetan seolah tak kekurangan pembalap berbakat. Selain Mario Suryo Aji yang kini berlaga di Moto3, juga ada Mohammad Adenanta Putra yang sukses mengukir prestasi internasional. Agustus lalu, Adenanta mempersembahkan gelar juara Asian Road Racing Championship (AARC) di kelas Asia Production (AP) 250.

———————————

KEHARUAN menyelimuti Mohammad Adenanta Putra begitu menyelesaikan lap terakhir di balapan kedua kompetisi AARC di Sirkuit Sugo, Jepang, Agustus lalu. Dia menjadi yang tercepat di kelas AP 250, mengalahkan pembalap dari berbagai negara. ‘’Dua tahun off dari kompetisi selama pandemi, tapi saya terus berlatih,’’ kata siswa kelas XII di SMAN 1 Magetan itu.

AARC dihelat pada 13 hingga 14 Agustus lalu. Adenanta menunggangi Honda CBR 250 RR dengan membawa bendera Astra Honda Motor (AHM). Warga Kelurahan Tambran, Magetan kota, itu merasa senang bisa meraih podium pertama. Sebab, di hari pertama, Adenanta gagal menyelesaikan balapan lantaran mengalami crash. ‘’Senang sekali bisa mempersembahkan kemenangan tepat di momen HUT Ke-77 RI,’’ ucap pemuda kelahiran 2004 itu.

Baca Juga :  Greysia/Apriyani ke Semifinal BWF World Tour Finals 2021

Adenanta tertarik dengan dunia balap sejak usia enam tahun. Ketertarikannya diwariskan oleh sang ayah yang hobi otomotif. Lantaran kerap diajak menonton balapan, lambat laun Adenanta penasaran. Dia terjun ke dunia balap sejak TK. Lalu, di kelas IV SD sempat beralih ke motorcross. ‘’Semakin lama, saya lebih tertarik dengan road race,’’ ujarnya.

Berbagai kompetisi tingkat nasional pernah diikuti. Bakat Adenanta masuk radar AHM. Dia pun direkrut menjadi pembalap AHM sejak 2016. Tak disangka, Adenanta kerap juara di berbagai kompetisi internasional. Seperti juara I pada ajang Thailand Talent Cup 2017 di Chang International Circuit. ‘’Waktu itu mengalahkan 16 pembalap,’’ kenangnya.

Salah satu kompetisi yang paling dikenang adalah Asia Talent Cup 2019 di Malaysia. Kala itu, Adenanta berhasil menyabet juara II dan III. Dia mempersembahkan gelar itu ke salah satu sahabatnya yang meninggal dunia akibat insiden saat balapan. ‘’Meskipun beberapa kali terjatuh, saya tak patah semangat,’’ ucap penggemar Marc Marquez itu.*** (mg1/naz/c1)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Magetan seolah tak kekurangan pembalap berbakat. Selain Mario Suryo Aji yang kini berlaga di Moto3, juga ada Mohammad Adenanta Putra yang sukses mengukir prestasi internasional. Agustus lalu, Adenanta mempersembahkan gelar juara Asian Road Racing Championship (AARC) di kelas Asia Production (AP) 250.

———————————

KEHARUAN menyelimuti Mohammad Adenanta Putra begitu menyelesaikan lap terakhir di balapan kedua kompetisi AARC di Sirkuit Sugo, Jepang, Agustus lalu. Dia menjadi yang tercepat di kelas AP 250, mengalahkan pembalap dari berbagai negara. ‘’Dua tahun off dari kompetisi selama pandemi, tapi saya terus berlatih,’’ kata siswa kelas XII di SMAN 1 Magetan itu.

AARC dihelat pada 13 hingga 14 Agustus lalu. Adenanta menunggangi Honda CBR 250 RR dengan membawa bendera Astra Honda Motor (AHM). Warga Kelurahan Tambran, Magetan kota, itu merasa senang bisa meraih podium pertama. Sebab, di hari pertama, Adenanta gagal menyelesaikan balapan lantaran mengalami crash. ‘’Senang sekali bisa mempersembahkan kemenangan tepat di momen HUT Ke-77 RI,’’ ucap pemuda kelahiran 2004 itu.

Baca Juga :  Lompatan Tarisha...

Adenanta tertarik dengan dunia balap sejak usia enam tahun. Ketertarikannya diwariskan oleh sang ayah yang hobi otomotif. Lantaran kerap diajak menonton balapan, lambat laun Adenanta penasaran. Dia terjun ke dunia balap sejak TK. Lalu, di kelas IV SD sempat beralih ke motorcross. ‘’Semakin lama, saya lebih tertarik dengan road race,’’ ujarnya.

Berbagai kompetisi tingkat nasional pernah diikuti. Bakat Adenanta masuk radar AHM. Dia pun direkrut menjadi pembalap AHM sejak 2016. Tak disangka, Adenanta kerap juara di berbagai kompetisi internasional. Seperti juara I pada ajang Thailand Talent Cup 2017 di Chang International Circuit. ‘’Waktu itu mengalahkan 16 pembalap,’’ kenangnya.

Salah satu kompetisi yang paling dikenang adalah Asia Talent Cup 2019 di Malaysia. Kala itu, Adenanta berhasil menyabet juara II dan III. Dia mempersembahkan gelar itu ke salah satu sahabatnya yang meninggal dunia akibat insiden saat balapan. ‘’Meskipun beberapa kali terjatuh, saya tak patah semangat,’’ ucap penggemar Marc Marquez itu.*** (mg1/naz/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/