alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Perjuangan Waluyo Raih Medali Perak dari Peparnas XVI Papua

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak kecil, papan catur menjadi taman bermain favorit bagi Waluyo. Pria 52 tahun itu begitu lihai mengatur strategi agar pasukannya menguasai medan papan catur hingga mampu menumbangkan lawan. Puluhan tahun menimba ilmu, Waluyo akhirnya diganjar prestasi yang sepadan. Di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua, Waluyo sukses menyabet medali perak dari catur cepat beregu putra. ‘’Saya sama sekali tidak menyangka,’’ ujarnya, Rabu (17/11).

Perjuangan Waluyo menuju Papua dimulai Mei lalu. Kala itu dia turun di ajang Peparprov Jatim di Surabaya. Tak disangka, Waluyo keluar sebagai juara III. Dia lantas dipanggil masuk tim catur beregu Jatim. Waluyo satu-satunya atlet catur dari Kota Pendekar yang terpilih. ‘’Satu tim dengan atlet Surabaya dan Sumenep,’’ katanya.

Sebelum terbang ke Papua, Waluyo diwajibkan mengikuti pemusatan latihan selama empat bulan di Surabaya. Bahkan, selama itu dia hanya pulang dua kali ke Kota Madiun. Pada 1 November, Waluyo terbang ke Papua. Peparnas digelar 6-13 November. ‘’Kami harus menjalani enam babak melawan atlet dari Jateng, Kaltim, dan lainnya. Awalnya sempat grogi,’’ ungkap peraih medali perak catur beregu di Peparnas XV Bandung, 2016 lalu itu.

Baca Juga :  Atlet Inline Skate Kota Madiun Terkendala Sirkuit

Waluyo menyandang tunadaksa sejak usia tiga tahun. Kendati demikian, keterbatasan tidak menghalanginya untuk terus berprestasi. Bahkan, sejak mengenal catur di kelas VIII SMP, Waluyo kerap mengikuti kejuaraan catur daerah. Dia juga tak sungkan belajar ke sejumlah master catur di Kota Pendekar. ‘’Saat ini latihan terus setiap hari untuk bersiap menghadapi Peparnas XVII di Aceh dan Sumut, 2024 mendatang,’’ tuturnya.

Prestasi yang diraih Waluyo membuat para koleganya bangga. Djonet Sukijanto, ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Madiun, mengaku terharu atas pencapaian Waluyo di Peparnas XVI Papua. ‘’Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk terus berprestasi. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, supaya semakin banyak prestasi yang diraih,’’ ucapnya. (irs/naz/c1/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak kecil, papan catur menjadi taman bermain favorit bagi Waluyo. Pria 52 tahun itu begitu lihai mengatur strategi agar pasukannya menguasai medan papan catur hingga mampu menumbangkan lawan. Puluhan tahun menimba ilmu, Waluyo akhirnya diganjar prestasi yang sepadan. Di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua, Waluyo sukses menyabet medali perak dari catur cepat beregu putra. ‘’Saya sama sekali tidak menyangka,’’ ujarnya, Rabu (17/11).

Perjuangan Waluyo menuju Papua dimulai Mei lalu. Kala itu dia turun di ajang Peparprov Jatim di Surabaya. Tak disangka, Waluyo keluar sebagai juara III. Dia lantas dipanggil masuk tim catur beregu Jatim. Waluyo satu-satunya atlet catur dari Kota Pendekar yang terpilih. ‘’Satu tim dengan atlet Surabaya dan Sumenep,’’ katanya.

Sebelum terbang ke Papua, Waluyo diwajibkan mengikuti pemusatan latihan selama empat bulan di Surabaya. Bahkan, selama itu dia hanya pulang dua kali ke Kota Madiun. Pada 1 November, Waluyo terbang ke Papua. Peparnas digelar 6-13 November. ‘’Kami harus menjalani enam babak melawan atlet dari Jateng, Kaltim, dan lainnya. Awalnya sempat grogi,’’ ungkap peraih medali perak catur beregu di Peparnas XV Bandung, 2016 lalu itu.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Siapkan Rp 300 M untuk Entaskan Kemiskinan

Waluyo menyandang tunadaksa sejak usia tiga tahun. Kendati demikian, keterbatasan tidak menghalanginya untuk terus berprestasi. Bahkan, sejak mengenal catur di kelas VIII SMP, Waluyo kerap mengikuti kejuaraan catur daerah. Dia juga tak sungkan belajar ke sejumlah master catur di Kota Pendekar. ‘’Saat ini latihan terus setiap hari untuk bersiap menghadapi Peparnas XVII di Aceh dan Sumut, 2024 mendatang,’’ tuturnya.

Prestasi yang diraih Waluyo membuat para koleganya bangga. Djonet Sukijanto, ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Madiun, mengaku terharu atas pencapaian Waluyo di Peparnas XVI Papua. ‘’Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk terus berprestasi. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, supaya semakin banyak prestasi yang diraih,’’ ucapnya. (irs/naz/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/