alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Perspa Pacitan Merasa Dirugikan

TRENGGALEK, Jawa Pos Radar Pacitan – Keputusan mengejutkan diambil Perspa Pacitan dalam laga pemungkas di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, kemarin (17/11). Skuad berjuluk Laskar Kanjeng Jimat itu memutuskan walk out (WO). Keputusan tersebut menjadi puncak akumulasi sikap para penggawa Perspa Pacitan merespons beberapa kejadian selama jalannya pertandingan.
Manajer Perspa Pacitan Hudiono menuding banyak aturan yang dilanggar wasit. Salah satunya pemberian kartu kuning kepada pemain Perspa yang hendak menolong pemain Persemag yang cedera. Peluang terbaik hadir pada menit 71’ ketika tembakan bola pemain Perspa membentur tiang gawang Persemag. Ketika itu, bola rebound hendak disambar pemain Perspa, namun wasit menganggapnya offside. Puncaknya, pada menit 80’, kiper Perspa yang berlari keluar dari kotak penalti berniat menyambar bola diganjar kartu merah. Penghakiman bertubi-tubi itu mematahkan semangat para penggawa Perspa yang sedang gencar-gencarnya menyerang. ‘’Secara keseluruhan kami menguasai jalannya pertandingan, tapi wasit ikut bermain,’’ ungkapnya.
Perspa Pacitan bakal berbenah dan mengevaluasi kinerja tim. Perspa harus bangkit dan membenahi kekurangan untuk menghadapi kompetisi lainnya ke depan. ‘’Hasil ini sangat disayangkan. Seharusnya kami bisa menang dan melaju ke babak selanjutnya. Kami tetap mengapresiasi kerja keras anak-anak di lapangan,’’ tuturnya. (ti2/c1/fin/her)

Baca Juga :  Pacitan Rentan Terpapar Pseudo-Hepatitis

TRENGGALEK, Jawa Pos Radar Pacitan – Keputusan mengejutkan diambil Perspa Pacitan dalam laga pemungkas di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, kemarin (17/11). Skuad berjuluk Laskar Kanjeng Jimat itu memutuskan walk out (WO). Keputusan tersebut menjadi puncak akumulasi sikap para penggawa Perspa Pacitan merespons beberapa kejadian selama jalannya pertandingan.
Manajer Perspa Pacitan Hudiono menuding banyak aturan yang dilanggar wasit. Salah satunya pemberian kartu kuning kepada pemain Perspa yang hendak menolong pemain Persemag yang cedera. Peluang terbaik hadir pada menit 71’ ketika tembakan bola pemain Perspa membentur tiang gawang Persemag. Ketika itu, bola rebound hendak disambar pemain Perspa, namun wasit menganggapnya offside. Puncaknya, pada menit 80’, kiper Perspa yang berlari keluar dari kotak penalti berniat menyambar bola diganjar kartu merah. Penghakiman bertubi-tubi itu mematahkan semangat para penggawa Perspa yang sedang gencar-gencarnya menyerang. ‘’Secara keseluruhan kami menguasai jalannya pertandingan, tapi wasit ikut bermain,’’ ungkapnya.
Perspa Pacitan bakal berbenah dan mengevaluasi kinerja tim. Perspa harus bangkit dan membenahi kekurangan untuk menghadapi kompetisi lainnya ke depan. ‘’Hasil ini sangat disayangkan. Seharusnya kami bisa menang dan melaju ke babak selanjutnya. Kami tetap mengapresiasi kerja keras anak-anak di lapangan,’’ tuturnya. (ti2/c1/fin/her)

Baca Juga :  Pergi Tanpa Pamit, Seorang Kakek di Pacitan Ditemukan Tewas di Sungai

Most Read

Artikel Terbaru

/