alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Virman Wegek Listyo di Tengah Kendala Fasilitas Latihan Petanque

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tatapan mata Virman Wegek Listyo fokus ke arah depan. Kedua tangannya tampak menggenggam tiga boule (bola besi) –satu di tangan kanan dan dua di kiri- sembari menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya lewat mulut.

Pelajar 15 tahun itu lantas mengambil posisi. Kedua kakinya masuk di lingkaran pembatas berdiameter sekitar 45 sentimeter. Kemudian, dalam posisi berdiri diayunkanlah tangan kanannya yang menggenggam satu boule. Sekali ayun, bola besi itu meluncur mendekati sasaran berupa bola kayu alias jack. ‘’Ada dua jenis lemparan dalam petanque, yaitu pointing dan shooting,’’ ungkapnya, Rabu (19/1/2022).

Selain menguasai teknik lemparan, seorang atlet petanque dituntut mampu mengenali medan arena pertandingan yang digunakan. ‘’Kondisi atau kontur tanah lapangan tidak sama. Itu berpengaruh pada boule yang menggelinding,’’ katanya.

Baca Juga :  Diduga Hajar Kekasihnya, Karir Mason Greenwood di MU Terancam Tamat

Virman menekuni petanque sejak 2019. Namun, dia baru berlatih secara rutin September tahun lalu. ‘’Karena ada PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Red). Jadi, latihan rutinnya baru-baru ini saja untuk persiapan porprov,’’ sebut warga Jalan Trunolantaran, Kelurahan Klegen, Kartoharjo, itu.

Tiga kali dalam sepekan putra pasangan Sulistyono dan Nuraini itu bersama atlet petanque Kota Madiun lainnya latihan untuk persiapan terjun di Porprov Jatim Juli mendatang. Sayangnya, mereka terkendala fasilitas. Mulai kualitas lapangan hingga bola yang digunakan.

Sejauh ini, Virman dkk latihan menggunakan bola besi dengan kualitas KW alias tiruan. Padahal, itu dapat memengaruhi permainan. ‘’Jelas memengaruhi. Bahannya tidak standar kejuaraan,’’ ujar Virman sembari menyatakan harapannya pemkot memberikan perhatian pada atlet cabor petanque. (mg4/isd/c1)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tatapan mata Virman Wegek Listyo fokus ke arah depan. Kedua tangannya tampak menggenggam tiga boule (bola besi) –satu di tangan kanan dan dua di kiri- sembari menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya lewat mulut.

Pelajar 15 tahun itu lantas mengambil posisi. Kedua kakinya masuk di lingkaran pembatas berdiameter sekitar 45 sentimeter. Kemudian, dalam posisi berdiri diayunkanlah tangan kanannya yang menggenggam satu boule. Sekali ayun, bola besi itu meluncur mendekati sasaran berupa bola kayu alias jack. ‘’Ada dua jenis lemparan dalam petanque, yaitu pointing dan shooting,’’ ungkapnya, Rabu (19/1/2022).

Selain menguasai teknik lemparan, seorang atlet petanque dituntut mampu mengenali medan arena pertandingan yang digunakan. ‘’Kondisi atau kontur tanah lapangan tidak sama. Itu berpengaruh pada boule yang menggelinding,’’ katanya.

Baca Juga :  Diduga Hajar Kekasihnya, Karir Mason Greenwood di MU Terancam Tamat

Virman menekuni petanque sejak 2019. Namun, dia baru berlatih secara rutin September tahun lalu. ‘’Karena ada PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Red). Jadi, latihan rutinnya baru-baru ini saja untuk persiapan porprov,’’ sebut warga Jalan Trunolantaran, Kelurahan Klegen, Kartoharjo, itu.

Tiga kali dalam sepekan putra pasangan Sulistyono dan Nuraini itu bersama atlet petanque Kota Madiun lainnya latihan untuk persiapan terjun di Porprov Jatim Juli mendatang. Sayangnya, mereka terkendala fasilitas. Mulai kualitas lapangan hingga bola yang digunakan.

Sejauh ini, Virman dkk latihan menggunakan bola besi dengan kualitas KW alias tiruan. Padahal, itu dapat memengaruhi permainan. ‘’Jelas memengaruhi. Bahannya tidak standar kejuaraan,’’ ujar Virman sembari menyatakan harapannya pemkot memberikan perhatian pada atlet cabor petanque. (mg4/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/