23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Buntut Liga 3 Dibatalkan, Kontrak Pemain-Pelatih Persinga Tak Diperpanjang 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Persinga harus mengubur mimpinya naik kasta Liga 2 tahun ini. Pasalnya, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur membatalkan kompetisi Liga 3 2022–2023. Keputusan itu diikuti dengan pembubaran tim.

‘’Karena kompetisi gagal digelar, kontrak pemain dan pelatih tidak diperpanjang,’’ kata Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ngawi Hasan Zunairi, Minggu (18/12). 

Asprov PSSI Jatim menyampaikan dua alasan pembatalan kompetisi. Pertama, penyesuian perizinan setelah turunnya Peraturan Kepolisian (Perka) 10/2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga. Kedua, jadwal pelaksanaan yang rencananya dimulai pekan ketiga Februari 2023 dinilai terlalu mepet. 

Hasan mengatakan, salah satu substansi Perka 10/2022 adalah pertandingan tanpa penonton. Sejumlah tuan rumah Liga 3 Regional Jatim pun memutuskan mundur. Sebab, penonton menjadi salah satu sumber pemasukan klub.

Baca Juga :  Masih Lemah di Finishing, PSM Madiun Ditahan Imbang PS HW dalam Laga Uji Coba

Di sisi lain, gelaran kompetisi di akhir tahun menyulitkan klub-klub yang masih mengandalkan bantuan hibah APBD. ‘’Permasalahan waktu jadi hal mendasar yang membuat Liga 3 Jatim gagal digelar,’’ ujarnya. 

Ada 55 klub yang bertanding di Liga 3 Zona Jatim. Setidaknya butuh waktu dua bulan untuk menuntaskan laga hingga delapan besar. Klub yang menembus babak itu berhak melenggang ke putaran nasional. Padahal, Liga 3 nasional rencananya digelar pertengahan Februari.

‘’Kalau dipaksakan terlalu mepet dengan jadwal nasional. Sementara regional lain sudah berjalan, bahkan ada yang selesai,’’ tuturnya. 

Hasan mengatakan, pembatalan kompetisi merupakan jalan terbaik. Sebab banyak klub yang tidak siap dari aspek finansial. Hanya beberapa klub “kaya” yang ingin tetap kompetisi bergulir. ‘’Tapi klub yang finansialnya bagus kalah voting,’’ ungkapnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Persinga harus mengubur mimpinya naik kasta Liga 2 tahun ini. Pasalnya, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur membatalkan kompetisi Liga 3 2022–2023. Keputusan itu diikuti dengan pembubaran tim.

‘’Karena kompetisi gagal digelar, kontrak pemain dan pelatih tidak diperpanjang,’’ kata Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ngawi Hasan Zunairi, Minggu (18/12). 

Asprov PSSI Jatim menyampaikan dua alasan pembatalan kompetisi. Pertama, penyesuian perizinan setelah turunnya Peraturan Kepolisian (Perka) 10/2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga. Kedua, jadwal pelaksanaan yang rencananya dimulai pekan ketiga Februari 2023 dinilai terlalu mepet. 

Hasan mengatakan, salah satu substansi Perka 10/2022 adalah pertandingan tanpa penonton. Sejumlah tuan rumah Liga 3 Regional Jatim pun memutuskan mundur. Sebab, penonton menjadi salah satu sumber pemasukan klub.

Baca Juga :  Member ICC Surabaya Jelajahi Kota Pendekar

Di sisi lain, gelaran kompetisi di akhir tahun menyulitkan klub-klub yang masih mengandalkan bantuan hibah APBD. ‘’Permasalahan waktu jadi hal mendasar yang membuat Liga 3 Jatim gagal digelar,’’ ujarnya. 

Ada 55 klub yang bertanding di Liga 3 Zona Jatim. Setidaknya butuh waktu dua bulan untuk menuntaskan laga hingga delapan besar. Klub yang menembus babak itu berhak melenggang ke putaran nasional. Padahal, Liga 3 nasional rencananya digelar pertengahan Februari.

‘’Kalau dipaksakan terlalu mepet dengan jadwal nasional. Sementara regional lain sudah berjalan, bahkan ada yang selesai,’’ tuturnya. 

Hasan mengatakan, pembatalan kompetisi merupakan jalan terbaik. Sebab banyak klub yang tidak siap dari aspek finansial. Hanya beberapa klub “kaya” yang ingin tetap kompetisi bergulir. ‘’Tapi klub yang finansialnya bagus kalah voting,’’ ungkapnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru