alexametrics
25.8 C
Madiun
Saturday, May 14, 2022

Lemah di Penyelesaian Akhir, Persinga Ngawi Nyaris Kalah dari Persik Kendal

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Lama tak bertanding berdampak kurang bagus bagi performa Persinga Ngawi. Menjamu Persik Kendal di Stadion Ketonggo Rabu sore (23/10), Laskar Ketonggo hanya bisa bermain seri 1-1.

Dalam laga tersebut Slamet ”Larso” Hariyadi dkk lambat panas. Umpan-umpan pendek cepat dan transisi bola yang biasa mereka peragakan saat latihan tidak terlihat. Persinga malah harus kebobolan lebih dulu melalui gol Ahmad Khikam pada menit ke-14.

Gol itu membuat pemain Persinga tersentak. Selanjutnya, berkali-kali peluang tercipta. Tapi, gagal dimanfaatkan dengan baik oleh sejumlah penggawa Persinga. Sampai turun minum skor tidak berubah.

Masuk ke babak kedua, coach Putut Widjanarko menginstruksikan kepada pemainnya untuk bermain penuh determinasi. Hasilnya tidak sia-sia. Persinga bisa menyamakan kedudukan lewat sepakan penalti Rahmad Sucipto di menit ke-53. Sayang, gol tersebut jadi yang terakhir dan membuat Persinga hanya mendapat satu poin di kandang sendiri.

Baca Juga :  Antok Tepis Keraguan soal Rekom DPP PDIP

Dari pertandingan kemarin sore, Putut menyadari satu hal yang jadi kelemahan skuadnya, yaitu penyelesaian akhir. ‘’Masalahnya memang ada pada finishing touch yang masih kurang,’’ ujar pelatih asal Jember itu.

Hasil imbang tersebut tentu meleset dari target. Namun, Putut optimistis bisa mengganti poin yang hilang itu di pertandingan selanjutnya. Syaratnya dengan mengevaluasi penampilan skuadnya pada laga kemarin. ‘’Masalah penyelesaian akhir perlahan akan kami benahi. Selain itu, emosi pemain sangat penting dievaluasi,’’ terang mantan pelatih Semeru FC tersebut. (tif/c1/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Lama tak bertanding berdampak kurang bagus bagi performa Persinga Ngawi. Menjamu Persik Kendal di Stadion Ketonggo Rabu sore (23/10), Laskar Ketonggo hanya bisa bermain seri 1-1.

Dalam laga tersebut Slamet ”Larso” Hariyadi dkk lambat panas. Umpan-umpan pendek cepat dan transisi bola yang biasa mereka peragakan saat latihan tidak terlihat. Persinga malah harus kebobolan lebih dulu melalui gol Ahmad Khikam pada menit ke-14.

Gol itu membuat pemain Persinga tersentak. Selanjutnya, berkali-kali peluang tercipta. Tapi, gagal dimanfaatkan dengan baik oleh sejumlah penggawa Persinga. Sampai turun minum skor tidak berubah.

Masuk ke babak kedua, coach Putut Widjanarko menginstruksikan kepada pemainnya untuk bermain penuh determinasi. Hasilnya tidak sia-sia. Persinga bisa menyamakan kedudukan lewat sepakan penalti Rahmad Sucipto di menit ke-53. Sayang, gol tersebut jadi yang terakhir dan membuat Persinga hanya mendapat satu poin di kandang sendiri.

Baca Juga :  Tak Kenakan Masker, Diminta Push Up

Dari pertandingan kemarin sore, Putut menyadari satu hal yang jadi kelemahan skuadnya, yaitu penyelesaian akhir. ‘’Masalahnya memang ada pada finishing touch yang masih kurang,’’ ujar pelatih asal Jember itu.

Hasil imbang tersebut tentu meleset dari target. Namun, Putut optimistis bisa mengganti poin yang hilang itu di pertandingan selanjutnya. Syaratnya dengan mengevaluasi penampilan skuadnya pada laga kemarin. ‘’Masalah penyelesaian akhir perlahan akan kami benahi. Selain itu, emosi pemain sangat penting dievaluasi,’’ terang mantan pelatih Semeru FC tersebut. (tif/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/