alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Peta Persaingan Grup C Piala Dunia 2018

GRUP C Piala Dunia 2018 menempatkan Prancis sebagai favorit. Bahkan, William Hill memprediksi Les Blues sebagai salah satu kandidat terkuat juara dengan koefisien 6,5. Di bawah juara bertahan Jerman dan Brasil.

Alasannya simpel saja, Negeri Anggur punya bekal hebat dalam mengarungi ajang empat tahunan itu di Rusia nanti. Mereka punya materi pemain sepak bola kelas wahid. Siapa yang berani meremehkan kualitas jempolan dari Antoine Griezmann, N’Golo Kante, Hugo Lloris, Kylian Mbappe, sampai Paul Pogba?

Keberadaan mereka, utamanya bila fit dan bisa dibawa bertempur ke Rusia, adalah jaminan mutu bagi perjalanan Les Bleus. Apalagi sosok Didier Deschamps masih duduk sebagai ahli strategi dari kesebelasan yang memenangi titel Piala Dunia 1998 ini. ’’Prancis adalah tim yang sangat tangguh. Terlebih, keseimbangan di dalam skuad terjaga dengan kombinasi pemain-pemain berpengalaman dan sosok-sosok belia penuh semangat,’’ puji Tite, pelatih tim nasional Brasil, seperti dikutip dari Canal Plus.

Pada babak kualifikasi zona UEFA kemarin, Prancis beraksi secara eksepsional untuk keluar sebagai juara grup. Ini sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi para pesaingnya di grup C. Seperti Denmark, Australia, dan Peru.

Ketiga negara itu sudah pasti akan saling jegal untuk memperebutkan satu tiket lolos ke babak selanjutnya mendampingi Prancis. Denmark boleh dikedepankan. Generasi anyar Denmark dengan Christian Eriksen, Nicolai Jorgensen, Simon Kjaer, dan Kasper Schmeichel sebagai pilar jelas memenuhi syarat untuk bersaing. Jika belum cukup, masih ada Nicklas Bendtner, Andreas Christensen, dan Kasper Dolberg yang juga punya kualitas luar biasa.

Nama-nama itu berikut segala kelebihan dan kekurangannya akan dirangkai sedemikian rupa oleh pelatih Denmark Age Hareide menjadi satu kesatuan yang kokoh dan pilih tanding. Kali ini, tim Dinamit jelas tak ingin sekadar numpang lewat.

Baca Juga :  Persepon Tak Gentar Bertemu Persebaya

Usai gagal lolos ke Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016 lalu, motivasi dan hasrat untuk berprestasi dari Denmark jelas akan membubung tinggi. Kondisi itu pun diperlihatkan oleh Kjaer yang juga kapten kesebelasan via cuitan di akun Twitter-nya. ’’Ayo berikan hasil terbaik lawan Prancis, Australia, dan Peru. Semoga kami bisa memenuhi ambisi besar untuk juara,’’ cuit Kjaer pada 1 Desember 2017.

Sementara di Rusia nanti, Australia tetap mengandalkan keberadaan nama-nama gaek. Seperti Tim Cahill, Mile Jedinak, dan Mark Milligan. Mereka diharapkan mampu memberi keseimbangan yang dibutuhkan tim. Di samping  memberikan pengaruh terhadap pemain muda semisal Massimo Luongo, Aaron Mooy, Tom Rogic, dan Trent Sainsbury.

’’Prancis adalah tim paling kuat di grup ini. Denmark dan Peru juga patut diwaspadai. Tapi, kami tidak takut kepada mereka. Australia bukan tim sembarangan yang boleh dipandang remeh,’’ papar Bailey Wright, bek Socceroos, seperti dilansir Sky Sports.

Di sisi lain, bagi Peru Piala Dunia 2018 merupakan penampilan pertama setelah absen sejak 1986 di Meksiko. Menilik performa yang mereka suguhkan di babak kualifikasi zona CONMEBOL bisa dikatakan cukup apik. Karena sanggup menyingkirkan tim-tim yang di atas kertas lebih tangguh seperti Cile dan Paraguay.

Pelatih Peru Ricardo Gareca tampaknya masih akan mengandalkan nama-nama seperti Cristian Cueva, Jefferson Farfan, Paolo Guerrero, dan Renato Tapia sebagai pilar utama tim besutannya. Meski berstatus underdog di Grup C, meremehkan Peru tentu bisa menjadi malapetaka untuk tim-tim pesaing. Karena Farfan dan kolega mempunyai potensi besar untuk menghadirkan kejutan hebat. (her/c1/ota)

 

 

 

GRUP C Piala Dunia 2018 menempatkan Prancis sebagai favorit. Bahkan, William Hill memprediksi Les Blues sebagai salah satu kandidat terkuat juara dengan koefisien 6,5. Di bawah juara bertahan Jerman dan Brasil.

Alasannya simpel saja, Negeri Anggur punya bekal hebat dalam mengarungi ajang empat tahunan itu di Rusia nanti. Mereka punya materi pemain sepak bola kelas wahid. Siapa yang berani meremehkan kualitas jempolan dari Antoine Griezmann, N’Golo Kante, Hugo Lloris, Kylian Mbappe, sampai Paul Pogba?

Keberadaan mereka, utamanya bila fit dan bisa dibawa bertempur ke Rusia, adalah jaminan mutu bagi perjalanan Les Bleus. Apalagi sosok Didier Deschamps masih duduk sebagai ahli strategi dari kesebelasan yang memenangi titel Piala Dunia 1998 ini. ’’Prancis adalah tim yang sangat tangguh. Terlebih, keseimbangan di dalam skuad terjaga dengan kombinasi pemain-pemain berpengalaman dan sosok-sosok belia penuh semangat,’’ puji Tite, pelatih tim nasional Brasil, seperti dikutip dari Canal Plus.

Pada babak kualifikasi zona UEFA kemarin, Prancis beraksi secara eksepsional untuk keluar sebagai juara grup. Ini sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi para pesaingnya di grup C. Seperti Denmark, Australia, dan Peru.

Ketiga negara itu sudah pasti akan saling jegal untuk memperebutkan satu tiket lolos ke babak selanjutnya mendampingi Prancis. Denmark boleh dikedepankan. Generasi anyar Denmark dengan Christian Eriksen, Nicolai Jorgensen, Simon Kjaer, dan Kasper Schmeichel sebagai pilar jelas memenuhi syarat untuk bersaing. Jika belum cukup, masih ada Nicklas Bendtner, Andreas Christensen, dan Kasper Dolberg yang juga punya kualitas luar biasa.

Nama-nama itu berikut segala kelebihan dan kekurangannya akan dirangkai sedemikian rupa oleh pelatih Denmark Age Hareide menjadi satu kesatuan yang kokoh dan pilih tanding. Kali ini, tim Dinamit jelas tak ingin sekadar numpang lewat.

Baca Juga :  Berkata Negatif ke Wasit, Bek Real Madrid Dihukum 3 Pertandingan

Usai gagal lolos ke Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016 lalu, motivasi dan hasrat untuk berprestasi dari Denmark jelas akan membubung tinggi. Kondisi itu pun diperlihatkan oleh Kjaer yang juga kapten kesebelasan via cuitan di akun Twitter-nya. ’’Ayo berikan hasil terbaik lawan Prancis, Australia, dan Peru. Semoga kami bisa memenuhi ambisi besar untuk juara,’’ cuit Kjaer pada 1 Desember 2017.

Sementara di Rusia nanti, Australia tetap mengandalkan keberadaan nama-nama gaek. Seperti Tim Cahill, Mile Jedinak, dan Mark Milligan. Mereka diharapkan mampu memberi keseimbangan yang dibutuhkan tim. Di samping  memberikan pengaruh terhadap pemain muda semisal Massimo Luongo, Aaron Mooy, Tom Rogic, dan Trent Sainsbury.

’’Prancis adalah tim paling kuat di grup ini. Denmark dan Peru juga patut diwaspadai. Tapi, kami tidak takut kepada mereka. Australia bukan tim sembarangan yang boleh dipandang remeh,’’ papar Bailey Wright, bek Socceroos, seperti dilansir Sky Sports.

Di sisi lain, bagi Peru Piala Dunia 2018 merupakan penampilan pertama setelah absen sejak 1986 di Meksiko. Menilik performa yang mereka suguhkan di babak kualifikasi zona CONMEBOL bisa dikatakan cukup apik. Karena sanggup menyingkirkan tim-tim yang di atas kertas lebih tangguh seperti Cile dan Paraguay.

Pelatih Peru Ricardo Gareca tampaknya masih akan mengandalkan nama-nama seperti Cristian Cueva, Jefferson Farfan, Paolo Guerrero, dan Renato Tapia sebagai pilar utama tim besutannya. Meski berstatus underdog di Grup C, meremehkan Peru tentu bisa menjadi malapetaka untuk tim-tim pesaing. Karena Farfan dan kolega mempunyai potensi besar untuk menghadirkan kejutan hebat. (her/c1/ota)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/