NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Liga internal menjadi salah satu sarana mencetak pesepak bola berprestasi. Selain menjadi wadah klub membina pemain usia 13, 15, dan 17 tahun. Kompetisi itu juga menambah jam terbang para pemain muda di atas lapangan.
''Sistem liga menambah jam bermain di setiap Minggu. Tentu saja anak-anak terus berlatih setiap pekannya,'' kata Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.
Kabupaten ini setidaknya punya dua pesepak bola moncer di tingkat internasional bersama tim nasional (timnas). Yakni, Irfan Jauhari yang membantu timnas U-22 meraih medali emas di SEA Games 2023. Lalu, Syahrul Kurniawan yang menjadi penggawa timnas ketika menjuarai Piala AFF U-19 2023.
‘’Kami berupaya mencari penerus Irfan dan Syahrul,’’ ucap Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko.
Salah satu kompetisi internal itu Liga Ngawi Raya U-13 Piala Ketua Askab PSSI Ngawi. Pesertanya 10 klub dan sekolah sepak bola (SSB). Mereka bertanding setiap akhir pekan sejak 10 Mei lalu. ‘’Juaranya tiga klub,'' ujarnya.
Antok mengungkapkan, sejatinya ada 16 klub dan SSB. Akan tetapi, hanya 10 klub dan SSB yang punya binaan pemain usia 13 tahun. ''Setelah ini memainkan liga untuk kelompok umur usia 15 dan 17 tahun,'' tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya