Jawa Pos Radar Madiun - Red Spark mengalahkan Pink Spiders 3-2 di leg 4 final liga voli Korea 2024-2025, Minggu 6 April.
Alhasil, kedudukan agregat kini menjadi imbang 2-2 dan gelar juara ditentukan di leg 5.
"Untuk berdiri saja sulit (setelah bertanding 5 set). Yang jelas, penting bagi kami untuk pergi ke Incheon (kandang Pink Spiders venue leg 5," ujar pelatih Red Sparks Ko Hee Jin usai laga dilansir Newsis.com.
Meski begitu, Ko Hee Jin tetap mengapresiasi tim lawan.
"Tarian terakhir Kim Yeon Koung sangat hebat, tapi semangat juang para pemain kami meskipun cedera juga sangat hebat," ucapnya.
Ditanya soal momen Hi Pass vs Pink Spiders di final dua tahun lalu, dia menanggapi datar.
"Pink Spiders pasti akan mengingat momen itu, tapi tim kami tidak memikirkannya. Jika tim kami menunjukkan performa yang baik, kami yakin akan memenangkan pertandingan kelima," tegasnya.
Sementara, pelatih Pink Spiders Marcello Abondanza menyebut timnya sejatinya memiliki peluang untuk menang di set kelima.
"Tapi akhirnya kalah. Dalam pertandingan final, keputusan kecil dapat membuat perbedaan besar," ujarnya dilansir Sports Chosun.
"Kami kurang maksimal di momen-momen penting. Kami harus lebih kuat. Saya berharap aspek-aspek ini akan ditingkatkan di pertandingan berikutnya," imbuhnya.
Disinggung situasi serupa di final melawam Hi Pass dua tahun lalu, Abondanza enggan berspekulasi.
"Saya tidak ingin membicarakan dua tahun lalu. Tim telah berubah sejak saat itu dan banyak hal telah berubah. Menang atau kalah kali ini tidak ada alasan bagi kami untuk disamakan dengan dua tahun lalu," tegasnya.
"Saya seorang pelatih, bukan pesulap," imbuh pelatih asal Italia itu.
Dia juga menyinggung mepetnya masa istirahat di final.
"Karena jadwalnya melibatkan banyak pertandingan dengan pemain yang sama setiap dua hari, sulit untuk tiba-tiba membuat sesuatu yang mengejutkan," ujarnya. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto