Jawa Pos Radar Madiun – Bundesliga akhir pekan ini akan memanas dengan laga terbesar di Jerman: Der Klassiker.
Bayern Munchen dan Borussia Dortmund sama-sama siap tempur, bukan hanya demi tiga poin, tapi juga mempertahankan gengsi sebagai raksasa sepak bola Jerman.
Bayern datang dengan status favorit juara. Di bawah arahan pelatih Vincent Kompany, Die Roten diyakini tetap dominan meski dihantam badai cedera.
Jamal Musiala, Manuel Neuer, hingga Alphonso Davies sempat absen, namun Bayern tetap percaya diri.
Direktur olahraga Christoph Freund menegaskan laga kontra Dortmund wajib dimenangkan demi menjaga momentum.
Di kubu lawan, Dortmund mengusung semangat besar. Tim asuhan Nico Kovac bertekad membuktikan bisa kembali menantang di papan atas.
Musim lalu, mereka mencetak sejarah dengan menumbangkan Bayern 2-0 di Allianz Arena lewat gol Karim Adeyemi dan Julian Ryerson, kemenangan tandang pertama di markas rival dalam satu dekade.
Statistik pertemuan terbaru menunjukkan gap keduanya makin tipis. Dua duel terakhir berakhir imbang: 1-1 pada November 2024 dan 2-2 pada April 2025.
Bayern tetap punya kedalaman skuad, tapi Dortmund menunjukkan determinasi serta kualitas serangan balik cepat yang bisa menghukum lawan.
Secara taktik, Bayern masih mengandalkan pola posisional dan pressing tinggi, dengan lini depan dihuni Leroy Sane, Serge Gnabry, dan Harry Kane sebagai mesin gol.
Dortmund akan bertumpu pada kecepatan Adeyemi, pergerakan Youssoufa Moukoko, serta kreativitas lini tengah untuk mengeksploitasi pertahanan Bayern yang pincang akibat absennya bek inti.
Kick-off dijadwalkan Minggu malam waktu Jerman. Duel ini diyakini berlangsung ketat: Bayern lebih difavoritkan, namun sejarah terbaru membuktikan Dortmund bukan lagi lawan mudah.
Satu kesalahan bisa jadi penentu siapa yang keluar sebagai penguasa Jerman pekan ini. (cor)
Penulis
Rizhal Putra Pratama, mahasiswa Unmer Madiun
Editor : Andi Chorniawan