Jawa Pos Radar Madiun - Cannondale kembali mengguncang pasar premium dengan menghadirkan Synapse LAB71 SmartSense.
Sepeda endurance generasi terbaru yang menggabungkan aerodinamika level balap, fleksibilitas lintas medan, hingga sistem pencahayaan dan radar terintegrasi.
Model ini menjadi salah satu sepeda jalan raya termahal di pasar global, dengan harga mencapai €15.799 atau kisaran Rp 305 juta, namun menawarkan teknologi yang melampaui standar sepeda endurance konvensional.
Cannondale menanamkan fokus besar pada ketahanan dan kenyamanan jarak jauh, sekaligus mempertajam sisi performa lewat desain yang dioptimalkan terowongan angin.
Rangka LAB71 bawaannya dikembangkan untuk efisiensi, stabilitas, dan kemampuan melibas beragam permukaan.
Mesin ini dirancang bukan hanya untuk aspal mulus, tetapi juga gravel ringan, berkat jarak bebas ban hingga 42 mm yang memberi ruang eksplorasi lebih luas.
Pada generasi terbaru Synapse, karakter klasik endurance digabungkan dengan kemampuan all-road modern.
Meski unit uji menggunakan ban Vittoria Corsa Pro Control 32 mm, fleksibilitas tetap terasa nyata.
Bagian belakang dibuat fleksibel melalui zona elastis pada seat tube, seatstay, dan chainstay, memastikan kenyamanan tinggi meski dipacu berjam-jam.
Cannondale juga menyematkan bahasa desain aerodinamis: headtube rendah, fork crown yang diturunkan, down tube berbentuk aero, hingga segitiga belakang yang dipersempit untuk mengurangi drag dan mempertahankan bobot rendah.
Cannondale ingin memastikan perjalanan jauh tetap cepat—tanpa mengorbankan kenyamanan.
Tak hanya soal performa, SmartSense menjadi fitur paling mencuri perhatian. Sistem terintegrasi ini menggabungkan lampu depan LightSkin, lampu belakang Garmin dengan radar, dan baterai pusat internal.
Semua komponen terhubung melalui rangka, dengan pengisian daya via USB-C atau melepas baterai melalui kompartemen di down tube. Sepeda uji bahkan memiliki kabel tambahan ke drivetrain SRAM AXS untuk suplai daya konstan.
SmartSense memungkinkan pengendara tetap aman saat gelap, dengan mode lampu yang dapat dikendalikan langsung melalui unit radar Garmin.
Radar belakang memberi peringatan soal kendaraan dari arah belakang—fitur yang sebelumnya hanya ditemui pada perangkat mandiri.
Bagian utilitas makin lengkap dengan kompartemen penyimpanan internal, dudukan tas di top tube, dan opsi pemasangan fender untuk perjalanan panjang atau cuaca buruk.
Meski tidak menggunakan hub dinamo seperti pada model adventure yang lebih ekstrem, Cannondale jelas menempatkan Synapse sebagai sepeda endurance berperforma tinggi, bukan sepeda touring berat.
Pada sektor teknis, Synapse LAB71 SmartSense memakai kokpit Cannondale MOMODesign, wheelset Reserve 42|49 dengan hub DT Swiss 180, ban Vittoria Corsa Pro Control, serta drivetrain SRAM RED XPLR AXS dengan chainring 44T dan power meter.
Berat totalnya 8,2 kg (size 56), tergolong ringan mengingat sistem SmartSense dan jarak bebas ban yang besar.
Bagi yang menginginkan harga lebih terjangkau, Cannondale menyediakan opsi frameset LAB71 €5.799 atau kisaran Rp 112 juta, serta variasi rangka tanpa SmartSense.
Namun bagi pengguna yang mengincar paket paling lengkap dengan teknologi komprehensif, Synapse LAB71 SmartSense berada di puncak daftar. (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira