Jawa Pos Radar Madiun – Teka-teki sosok nahkoda baru Timnas Indonesia akhirnya terjawab lewat manuver mengejutkan.
PSSI dikabarkan telah mengambil keputusan final untuk menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Skuad Garuda.
Keputusan krusial ini diambil dalam rapat Exco PSSI pada Kamis malam (18/12) alias malam Jumat kemarin.
Penunjukan Herdman sekaligus menggeser nama besar asal Belanda, Giovanni van Bronckhorst, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat terkuat.
Kepala Badan Tim Nasional PSSI Sumardji membenarkan adanya rapat penentuan pelatih yang digelar maraton sejak Rabu hingga Kamis malam. "PSSI sudah menunjuk pelatih timnas Indonesia," ujar Sumardji, mengutip Jawa Pos.
Rekam Jejak Herdman, Pencetak Sejarah Timnas Kanada
Nama John Herdman bukanlah sosok sembarangan di kancah sepak bola internasional.
Ia dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Capaian itu sangat fenomenal karena Kanada sebelumnya absen selama 36 tahun dari panggung dunia.
Tak hanya di sektor putra, Herdman juga bergelimang prestasi di sepak bola putri. Ia pernah membawa Timnas Putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade 2012 London dan 2016 Rio, serta emas Pan American Games 2011.
Menanti Taktik Trisula Maut ala Herdman
Kedatangan Herdman membawa angin segar dari sisi taktik.
Baca Juga: Hasil Final Tenis SEA Games 2025 Ganda Putri: Bekuk Wakil Thailand, Aldila/Janice Sabet Emas
Ia dikenal lekat dengan formasi 3-4-3 yang agresif, namun sangat fleksibel. Ia biasa mengubah formasi anak asuhnya di lapangan menjadi 4-3-3, 4-4-2, atau 4-2-3-1 sesuai kebutuhan.
Fleksibilitas taktik ini memunculkan spekulasi menarik mengenai komposisi lini serang Timnas Indonesia.
Dengan stok pemain keturunan dan talenta lokal yang melimpah, Herdman diprediksi bakal meracik trisula serangan yang mematikan.
Publik kini menanti apakah skema 3-4-3 andalannya mampu mengoptimalkan potensi Ole Romeny (Oxford United), Marselino Ferdinan (Oxford United), dan Adrian Wibowo (LAFC).
Jika Herdman mampu mereplikasi kesuksesan lini serang cepat ala Kanada yang dulu dimotori Alphonso Davies dkk, maka kombinasi kecepatan Adrian, kreativitas Marselino, dan ketajaman Ole Romeny bisa menjadi senjata baru yang menakutkan di Asia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani