Jawa Pos Radar Madiun – Kemenangan 2-0 Juventus atas Pisa bukan hanya soal tiga poin, tapi juga lahirnya sebuah identitas baru bagi sang game changer, Edon Zhegrova.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, yang dikenal jenius namun eksentrik, menyematkan julukan baru bagi pemain sayap andalannya tersebut: "Zeppetta".
Julukan ini muncul setelah Zhegrova tampil brilian mengubah jalannya pertandingan di babak kedua, meski baru pulih dari sakit.
Apa Arti "Zeppetta"?
Dalam istilah teknis sepak bola Italia (calcio), belum ada yang benar-benar mendefinisikan gaya dribel unik Zhegrova. Hingga akhirnya Spalletti menemukannya.
"Zeppetta" bisa diartikan sebagai sentuhan bola yang pendek, tajam, dan tiba-tiba (seperti ganjalan kecil), yang membuat lawan mati langkah.
Zhegrova sendiri menyambut antusias julukan tersebut. Ia merasa Spalletti akhirnya memberikan "nama" pada bakat alami yang dimilikinya sejak lahir.
"Saya terlahir dengan kualitas ini. Mister (Spalletti) menyebut sentuhan bola saya 'zeppetta'? Saya berterima kasih padanya karena telah menemukan nama untuk itu," ujar Zhegrova sambil tersenyum usai laga.
Main 35 Menit dengan Demam
Di balik aksi memukaunya yang mengacak-acak pertahanan Pisa, tersimpan fakta mengejutkan. Spalletti mengungkapkan bahwa pemain Timnas Kosovo itu sebenarnya tidak dalam kondisi fit 100 persen.
"Dalam seminggu ini dia (Zhegrova) mengalami demam. Saya sejujurnya tidak menyangka dia mampu bertahan selama 35 menit di lapangan dengan intensitas seperti itu," puji Spalletti.
Masuknya Zhegrova menggantikan pemain tengah terbukti menjadi kunci kemenangan Si Nyonya Tua. Ia memberikan dimensi serangan yang tidak dimiliki Juventus di babak pertama.
Evolusi Menjadi Pemain Lengkap
Selain memuji sentuhan "Zeppetta"-nya, Zhegrova juga menceritakan bagaimana Spalletti memolesnya menjadi pemain modern.
Tidak hanya jago menyerang, ia kini dituntut disiplin bertahan.
"Mister bekerja keras agar saya berkembang dalam fase bertahan. Saya tahu itu penting dalam sepak bola modern. Saya sempat absen lama (cedera), tapi sekarang saya memberikan seluruh kualitas saya untuk tim," tutupnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani