Jawa Pos Radar Madiun – Transformasi sepak bola Indonesia tidak hanya dirasakan oleh suporter, tetapi diakui langsung oleh para pemain kelas dunia.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menegaskan bahwa Skuad Garuda kini telah berevolusi menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan.
Bek andalan klub Serie A, Sassuolo, tersebut menilai Indonesia perlahan mulai mendapatkan atensi serius, tidak hanya di kancah Asia, tetapi juga mulai dilirik di panggung global.
"Levelnya semakin meningkat. Anda bisa melihat banyak pemain yang bermain di level lebih tinggi, tentu saja di Eropa. Tapi di Indonesia sendiri, level kompetisinya juga ikut berkembang," ungkap Jay Idzes dikutip dari laman Italia, Tutto Sassuolo, Minggu (28/12).
Faktor Kunci: "Abroad" dan Mentalitas
Menurut Jay, lonjakan performa Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak terjadi secara kebetulan. Ada dua indikator nyata yang menjadi bukti kenaikan level tersebut:
1. Daya Saing di Kualifikasi Piala Dunia
Meski gagal mengamankan tiket ke putaran final, perjalanan Indonesia menembus Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 adalah sejarah baru.
Asnawi Mangkualam dkk mampu bersaing sengit melawan raksasa Asia seperti Arab Saudi dan Irak.
2. Lonjakan Ranking FIFA
Fakta berbicara lewat angka. Indonesia yang sempat terpuruk di peringkat 175 dunia, kini berhasil merangkak naik secara signifikan ke posisi 122 FIFA.
Menaruh Indonesia di Peta Dunia
Bagi Jay Idzes, pencapaian saat ini adalah investasi jangka panjang.
Kehadiran banyak pemain yang berkarier di luar negeri (abroad) membawa dampak positif pada mentalitas tim.
"Kami perlahan tapi pasti menempatkan Indonesia di peta dunia. Ini bukan hanya tentang generasi sekarang, tapi juga fondasi untuk masa depan," tegas pemain yang akrab disapa Bang Jay tersebut.
Optimisme sang kapten menjadi sinyal positif jelang bergulirnya agenda-agenda internasional berikutnya.
Dengan kombinasi pemain lokal yang kian matang dan diaspora yang berpengalaman di Eropa, Skuad Garuda siap terbang lebih tinggi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani