Jawa Pos Radar Madiun – Ambisi Arsenal untuk mengunci gelar juara Premier League musim 2025/2026 menghadapi ujian berat.
Meski saat ini gagah memuncaki klasemen sementara Liga Inggris dan Liga Champions, skuad asuhan Mikel Arteta sedang dalam kondisi "darurat".
Badai cedera yang tak kunjung reda memaksa manajer asal Spanyol itu mengambil langkah tegas, Arsenal Wajib Belanja (Lagi) di Bursa Transfer Januari.
Padahal, The Gunners sudah menggelontorkan dana fantastis sebesar 293,5 juta euro (sekitar Rp 4,8 triliun) untuk mendatangkan 8 pemain baru di awal musim.
Namun, intensitas kompetisi membuat kedalaman skuad tergerus.
"Kami akan sangat mewaspadai situasi dan jangka waktu penulihan pemain-pemain tertentu. Kami harus aktif mencari, lalu menentukan apakah kami dapat melakukannya atau tidak?" tegas Arteta, dikutip dari BBC.
Krisis Bek Jelang Lawan Aston Villa
Urgensi belanja pemain ini bukan tanpa alasan. Arsenal akan melawat ke markas Aston Villa pada Rabu (31/12) dini hari WIB dengan kondisi skuad compang-camping.
Tercatat enam pemain dipastikan absen, mayoritas adalah pilar lini pertahanan:
Kai Havertz (Belum bermain sejak awal musim)
Jurrien Timber
Riccardo Calafiori
Ben White
Cristhian Mosquera
Max Dowman
Situasi ini memaksa Arteta melakukan eksperimen ekstrem.
Gelandang mahal Declan Rice kemungkinan besar akan kembali dipasang sebagai bek kanan dadakan, strategi yang sempat dicoba saat melawan Brighton Hove Albion.
Koordinasi dengan Direktur Olahraga
Arteta menegaskan tidak ingin mengulang kesalahan musim-musim sebelumnya di mana Arsenal "kehabisan bensin" di paruh kedua musim karena kurangnya rotasi.
Ia menyerahkan mandat kepada Andrea Berta (jajaran direksi olahraga) untuk mengevaluasi pasar transfer musim dingin.
"Tugas kami adalah selalu memastikan sangat siap karena sesuatu (yang buruk) dapat terjadi. Kami harus mengevaluasi posisi kami dengan setiap pemain," ujar Arteta.
Keseimbangan di semua lini menjadi prioritas utama Meriam London saat ini agar trofi Premier League yang sudah di depan mata tidak melayang lagi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani