Jawa Pos Radar Madiun - Juventus harus menelan pil pahit setelah kalah telak 0-3 dari Atalanta di ajang Coppa Italia, Jumat (6/2) dini hari WIB.
Laga dipenuhi kontroversi, terutama setelah keputusan penalti akibat handball Gleison Bremer.
Situasi tersebut memicu reaksi keras, bukan hanya dari Bremer sendiri, tetapi juga dari mantan wasit Italia, Graziano Cesari, yang menilai keputusan penalti itu keliru dan memalukan.
Kronologi Handball Bremer yang Berujung Penalti untuk Atalanta
Insiden terjadi saat Atalanta mengirim bola ke area pertahanan Juventus. Dalam momen yang berlangsung cepat, bola terlihat mengenai tangan Gleison Bremer di jarak yang sangat dekat.
Bremer saat itu sedang berusaha menghentikan pergerakannya dan secara alami membuka tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Namun wasit Michael Fabbri tetap memutuskan pelanggaran handball.
Keputusan semakin menjadi sorotan karena VAR kemudian dipakai untuk meninjau ulang, tetapi prosesnya berjalan lama dan dinilai tidak meyakinkan.
Eks Wasit Italia: Itu Bukan Penalti
Kontroversi semakin panas setelah Graziano Cesari, mantan wasit profesional Italia, memberikan analisis tajam kepada SportMediaset.
Menurut Cesari, penalti itu tidak layak diberikan karena Bremer tidak melakukan gerakan aktif ke arah bola.
“Tangan Bremer tidak pernah bergerak ke arah bola, jaraknya sangat dekat dan pemain melakukan gerakan menghentikan lari sehingga otomatis membuka tangan untuk menjaga keseimbangan. Itu sama sekali bukan penalti,” ujar Cesari.
Cesari juga menyoroti bagaimana wasit Fabbri menangani proses VAR. Ia menilai sang pengadil terlihat ragu-ragu dan terlalu lama mengambil keputusan.
“Saya tidak percaya dengan performa Fabbri dan sikapnya saat review VAR. Dia butuh waktu sangat lama, semuanya jadi situasi memalukan… dia terlihat tidak tahu harus memutuskan apa saat melihat tayangan ulang,” lanjutnya.
Kontak De Roon vs Cambiaso Juga Dipersoalkan
Tak hanya penalti handball Bremer, Cesari juga menilai ada insiden lain yang merugikan Juventus, yakni kontak antara Marten de Roon dan Andrea Cambiaso.
Menurutnya, De Roon tampak melakukan tarikan dan terlalu menempel pada Cambiaso.
“Untuk kontak De Roon/Cambiaso, ada banyak keraguan karena pemain Belanda itu terlihat menarik dan terus menempel lawannya. Itu pelanggaran untuk Cambiaso,” kata Cesari. (cor)
Editor : Andi Chorniawan