Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Koneksi Tottenham dan Juventus Semakin Kental, Igor Tudor Ikuti Jejak Conte dan Paratici

Mizan Ahsani • Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:25 WIB
Pelatih Juventus Igor Tudor dibuat cemas dengan penampilan anak asuhnya di dua laga terakhir.
Pelatih Juventus Igor Tudor dibuat cemas dengan penampilan anak asuhnya di dua laga terakhir.

Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan manajemen Tottenham Hotspur menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih kepala sementara (interim head coach) kembali menjadi sorotan dunia sepak bola.

Langkah ini seolah mempertegas hubungan erat dan "benang merah" antara klub London Utara tersebut dengan raksasa Italia, Juventus, yang telah terjalin kuat selama satu dekade terakhir.

Kedatangan Tudor bukan sekadar penunjukan pelatih baru, melainkan penguatan identitas Italia di tubuh The Lilywhites.

Baca Juga: Rekap Hasil dan Klasemen BRI Super League: Persis-Persik Kompak Gagal Menang di Kandang Sendiri

Jejak Tudor, dari Turin ke London

Igor Tudor bukanlah sosok asing bagi filosofi sepak bola Juventus.

Pria asal Kroasia ini pernah menghabiskan dua periode sebagai pemain di Juventus, kemudian kembali sebagai asisten pelatih Andrea Pirlo, dan sempat memimpin tim utama Si Nyonya Tua di masa-masa turbulensi.

Identitas taktis Tudor dinilai sangat cocok dengan "selera" Tottenham belakangan ini. Ia dikenal dengan gaya pressing agresif, transisi vertikal, dan struktur tiga bek.

Sistem ini mencerminkan apa yang sebelumnya diterapkan di Turin dan juga pernah dibawa ke Spurs di era Antonio Conte.

Baca Juga: Daftar Top Skor Proliga 2026 Putri Terbaru: Megawati Hangestri Terlempar dari 6 Besar

Antonio Conte dan Fabio Paratici Bawa DNA Italia

Sebelum Tudor, Antonio Conte adalah jembatan paling menonjol antara kedua klub.

Setelah memenangkan banyak gelar Serie A bersama Juventus, Conte menangani Tottenham pada 2021 dengan membawa prinsip taktis dan ide rekrutmen yang dibentuk di Italia.

Koneksi ini kian intensif dengan kehadiran mantan Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, di jajaran manajemen Spurs pada 2021.

Paratici dengan cepat memanfaatkan kontak dan pasar yang ia kenal baik untuk memfasilitasi serangkaian kesepakatan transfer yang melibatkan pemain beraroma Juventus.

Baca Juga: Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Bandung BJB Tandamata Wajib Sapu Bersih usai Popsivo Polwan Menang Dramatis

Eksodus Bintang Juventus ke Tottenham

Bukti nyata pengaruh Juventus di Tottenham terlihat dari deretan pemain yang didatangkan.

Dejan Kulusevski dan Rodrigo Bentancur:

Tiba dari Juventus pada Januari 2022 dan langsung menjadi pilar utama pembangunan ulang skuad Spurs.

Cristian Romero:

Bek tangguh yang dipermanenkan pada musim panas yang sama ini sebelumnya juga tercatat dalam buku sejarah Juventus di awal kariernya.

Radu Dragusin dan Pierluigi Gollini:

Dragusin yang tiba pada 2024 dan Gollini (pinjaman) sama-sama merupakan produk akademi/pemain muda Juventus.

Selain transfer pemain, kedua klub juga kerap mengincar target yang sama di bursa transfer, seperti Randal Kolo Muani dan Victor Osimhen, yang menunjukkan adanya kesamaan profil rekrutmen dan prioritas strategis.

Baca Juga: Bara Rivalitas Inter vs Juventus Mulai Memanas: Spalletti Ogah Jumpa Pers Jelang Derby d'Italia, Locatelli Pasang Badan

Identitas Baru Spurs

Penunjukan Tudor saat ini terasa bukan sebagai kebetulan, melainkan kelanjutan dari jalur koneksi yang sudah mapan.

Identitas modern Spurs sebagian besar telah dibentuk oleh pengaruh Juventus, mulai dari ruang rapat direksi hingga ruang ganti pemain.

Kini, di tengah fase transisi untuk mencari stabilitas, koneksi Turin tersebut tetap kokoh dengan kehadiran Tudor. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#THOMAS FRANK #Igor Tudor #tottenham #pelatih #Juventus #serie a #liga inggris #premier league #liga italia