Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan manajemen Tottenham Hotspur menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih kepala sementara (interim head coach) kembali menjadi sorotan dunia sepak bola.
Langkah ini seolah mempertegas hubungan erat dan "benang merah" antara klub London Utara tersebut dengan raksasa Italia, Juventus, yang telah terjalin kuat selama satu dekade terakhir.
Kedatangan Tudor bukan sekadar penunjukan pelatih baru, melainkan penguatan identitas Italia di tubuh The Lilywhites.
Baca Juga: Rekap Hasil dan Klasemen BRI Super League: Persis-Persik Kompak Gagal Menang di Kandang Sendiri
Jejak Tudor, dari Turin ke London
Igor Tudor bukanlah sosok asing bagi filosofi sepak bola Juventus.
Pria asal Kroasia ini pernah menghabiskan dua periode sebagai pemain di Juventus, kemudian kembali sebagai asisten pelatih Andrea Pirlo, dan sempat memimpin tim utama Si Nyonya Tua di masa-masa turbulensi.
Identitas taktis Tudor dinilai sangat cocok dengan "selera" Tottenham belakangan ini. Ia dikenal dengan gaya pressing agresif, transisi vertikal, dan struktur tiga bek.
Sistem ini mencerminkan apa yang sebelumnya diterapkan di Turin dan juga pernah dibawa ke Spurs di era Antonio Conte.
Baca Juga: Daftar Top Skor Proliga 2026 Putri Terbaru: Megawati Hangestri Terlempar dari 6 Besar
Antonio Conte dan Fabio Paratici Bawa DNA Italia
Sebelum Tudor, Antonio Conte adalah jembatan paling menonjol antara kedua klub.
Setelah memenangkan banyak gelar Serie A bersama Juventus, Conte menangani Tottenham pada 2021 dengan membawa prinsip taktis dan ide rekrutmen yang dibentuk di Italia.
Koneksi ini kian intensif dengan kehadiran mantan Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, di jajaran manajemen Spurs pada 2021.
Paratici dengan cepat memanfaatkan kontak dan pasar yang ia kenal baik untuk memfasilitasi serangkaian kesepakatan transfer yang melibatkan pemain beraroma Juventus.
Eksodus Bintang Juventus ke Tottenham
Bukti nyata pengaruh Juventus di Tottenham terlihat dari deretan pemain yang didatangkan.
Dejan Kulusevski dan Rodrigo Bentancur:
Tiba dari Juventus pada Januari 2022 dan langsung menjadi pilar utama pembangunan ulang skuad Spurs.
Cristian Romero:
Bek tangguh yang dipermanenkan pada musim panas yang sama ini sebelumnya juga tercatat dalam buku sejarah Juventus di awal kariernya.
Radu Dragusin dan Pierluigi Gollini:
Dragusin yang tiba pada 2024 dan Gollini (pinjaman) sama-sama merupakan produk akademi/pemain muda Juventus.
Selain transfer pemain, kedua klub juga kerap mengincar target yang sama di bursa transfer, seperti Randal Kolo Muani dan Victor Osimhen, yang menunjukkan adanya kesamaan profil rekrutmen dan prioritas strategis.
Identitas Baru Spurs
Penunjukan Tudor saat ini terasa bukan sebagai kebetulan, melainkan kelanjutan dari jalur koneksi yang sudah mapan.
Identitas modern Spurs sebagian besar telah dibentuk oleh pengaruh Juventus, mulai dari ruang rapat direksi hingga ruang ganti pemain.
Kini, di tengah fase transisi untuk mencari stabilitas, koneksi Turin tersebut tetap kokoh dengan kehadiran Tudor. (naz)
Editor : Mizan Ahsani