Jawa Pos Radar Madiun - Peta persaingan Final Four Proliga 2026 sektor putra tampaknya masih berada dalam bayang-bayang keperkasaan Jakarta LavAni Allo Bank Electric.
Sepanjang babak reguler Putaran I dan II, tim asuhan David Lee ini nyaris menyapu bersih semua laga dengan kemenangan meyakinkan.
Penampilan impresif itu membuat mereka digadang-gadang sebagai kandidat terkuat juara musim ini.
Kekuatan LavAni musim ini dinilai sangat mengerikan karena memiliki kedalaman skuat yang sepadan antara pemain inti dan pelapis.
Nama-nama mentereng seperti Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, hingga bintang asing Taylor Sander dan Dickinson Nathaniel menjadi jaminan mutu di lapangan.
Belum lagi kehadiran Boy Arnes Arabi dan rekrutan baru sarat pengalaman, Dimas Saputra.
Skuat Monster yang Sulit Ditaklukkan
Pelatih David Lee memiliki kemewahan untuk menurunkan siapa saja tanpa mengurangi kualitas permainan.
Jika Dio Zulfikri diistirahatkan, Jasen Kilanta siap masuk.
Begitu pula di lini serang yang memiliki banyak opsi mulai dari Sigit Ardian hingga Daffa Naufal.
Tantangan Bagi Sang Juara Bertahan dan Rival
Pertanyaan besarnya, siapa yang bisa menghentikan laju LavAni?
Tiga kontestan Final Four lainnya yakni Jakarta Bhayangkara Presisi (juara bertahan), Surabaya Samator, dan Jakarta Garuda Jaya kini tengah memutar otak.
Baca Juga: Daftar Lokasi ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp 10 Ribu dan Rp 20 Ribu, dari Jakarta hingga Surabaya
Jakarta Bhayangkara Presisi masih mengandalkan ketajaman Arjuna Mahendra dan Agil Angga untuk mempertahankan gelar.
Sementara itu, Surabaya Samator bertumpu pada mesin poin mereka, Rama Fazza Fauzan dan Ageng Wardoyo.
Di sisi lain, kuda hitam Jakarta Garuda Jaya siap memberikan kejutan melalui aksi duo maut Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras.
Pertarungan adu gengsi ini akan dimulai di Jawa Pos Arena, Kota Surabaya, pada awal April 2026.
Publik voli tanah air kini menanti, apakah LavAni akan melenggang mulus menuju tangga juara, atau justru terpeleset oleh strategi kejutan dari para rivalnya di babak penentuan nanti. (naz)
Editor : Mizan Ahsani