27.6 C
Madiun
Saturday, December 10, 2022

TAG:

SPBU

Musabab Terbakarnya Pikap di SPBU Padas, Tunggu Hasil Olah TKP Labfor Polda

Garis polisi yang melingkari salah satu pump island SPBU 54.632.15 telah dilepas. Kendati demikian, polisi belum dapat menyimpulkan musabab terbakarnya mobil pikap Carry bernopol B 9437 KAO Sabtu (22/10) lalu. Kobaran api dari kendaraan itu menyambar salah satu pompa SPBU di Desa Kedungprahu, Padas, Ngawi, itu.

Pikap Terbakar di SPBU Kedungprahu Ngawi, Penumpang Alami Luka Bakar

Polisi mendalami kemungkinan korsleting listrik sebagai musabab terbakar hebatnya mobil pikap Carry bernopol B 9437 KAO. Dugaan hubungan arus pendek itu mengerucut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi mata.

Omzet Penjual BBM Eceran Terjun Bebas

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada penurunan penjualan pedagang eceran. Tidak tanggung-tanggung, omzet terjun bebas hingga 50 persen lebih. ‘’Sekarang orang berpikir dua kali kalau mau membeli bensin eceran karena dari SPBU sudah mahal,’’ kata Yogi, pedagang BBM eceran di Desa Mojopurno, Wungu, Jumat (9/9).

Truk Pertamina Terperosok Saat Antre Bongkar BBM di SPBU Mentoro

Suasana antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Mentoro, Pacitan, berubah mencekam. Truk tangki Pertamina yang terparkir di sana tiba-tiba berjalan mundur tanpa penumpang. Setelah nyaris ‘’membokongi’’ pengguna jalan, kendaraan roda 14 itu akhirnya terperosok ke parit.

Dikosongkan, SPBU Punung Ganti Kepemilikan

Di tengah gejolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belakangan, SPBU 53.635.05 Desa/Kecamatan Punung justru tutup layanan. Bukan takut merugi atau tak dapat memenuhi pasokan BBM, melainkan dieksekusi Pengadilan Negeri (PN) Pacitan.

Atur Siasat demi Mendapatkan Jenis BBM Harga Termurah

Empat hari sudah masyarakat harus menebus bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi dengan harga baru yang lebih mahal. Siasat pun dilakukan. Yakni, membeli jenis BBM yang paling murah. ‘’Kalau pertalite habis, beli pertamax tapi hanya Rp 20 ribu. Kalau pertalite ada, diisi penuh,’’ kata Ilma Fikri, salah seorang pembeli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sangen, Kamis (8/9).

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Turun ke Jalan

Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang marak di berbagai daerah merembet ke Kota Pendekar. Kemarin (7/9), sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madiun turun ke jalan. ‘’Kami dengan tegas menolak kenaikan harga BBM,’’ kata Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Madiun Intan Fatmawati.

Harga BBM Naik, Mau Tidak Mau Beli

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi per Sabtu (3/9) lalu. Pertalite yang semula Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10 ribu, solar dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800, dan pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500.

Penyesuaian Harga BBM Jadi Momentum Perbaikan Struktur Pemberian Subsidi

Penyesuaian harga BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah tidak ubahnya seperti sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya menyelamatkan APBN yang sudah berdarah-darah akibat subsidi BBM yang selama ini tidak tepat sasaran, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki alokasi dan struktur pemberian subsidi kepada masyarakat.

BBM Nonsubsidi Turun Harga, Pertalite dan Solar Tetap Menjadi Primadona

 Bahan bahan minyak (BBM) nonsubsidi sejatinya turun harga. Namun, tak banyak warga meliriknya. Sebagian besar lebih memilih mengular panjang di jalur stasiun BBM subsidi. Sampai kini, pertalite dan solar masih menjadi primadona.

Berita Terbaru

/