Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dear Kelas Menengah, Perbanyaklah Liburan! Hasil Riset Ungkap Kalian Tulang Punggung Industri Wisata RI

Mizan Ahsani • Rabu, 7 Januari 2026 | 14:54 WIB
Ilustrasi liburan dengan teman yang seru di pantai.
Ilustrasi liburan dengan teman yang seru di pantai.

Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah himpitan ekonomi dan biaya hidup yang merangkak naik, mungkin banyak dari Anda dari kalangan kaum kelas menengah yang berpikir dua kali untuk liburan.

Namun, tahukah Anda? Kehadiran Anda di tempat wisata ternyata sangat vital.

Lembaga riset Next Indonesia Center bahkan menobatkan kelompok kelas menengah sebagai tulang punggung industri pariwisata nasional.

Direktur NEXT Indonesia Center, Christiantoko, mengungkapkan fakta menarik. Meski anggaran terbatas, semangat healing kaum menengah tetap tinggi.

Hanya saja, polanya berubah. Banyak wisatawan mencari yang lebih dekat dan ramah kantong.

"Kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah ini merupakan tulang punggung industri pariwisata nasional. Volume pergerakan wisata domestik dan total nilai belanja mereka tetap menjadi yang terbesar," ujar Christiantoko, dikutip Jawa Pos Radar Madiun via Antara, Rabu (7/1).

Kelas Menengah Beri Sumbangsih hingga Triliunan Rupiah

Mengapa Anda begitu penting? Data berbicara. Tanpa daya beli kelas menengah, industri perhotelan dan transportasi bisa gulung tikar.

Secara nominal, kontribusi kelas menengah tercatat sangat fantastis.

Rp 132,1 Miliar per bulan untuk perjalanan wisata. Rp 226,5 Miliar per bulan untuk hotel dan penginapan.

"Angka tersebut membuktikan bahwa tanpa daya beli kelompok ini, industri perhotelan dan transportasi nasional akan kehilangan mesin pertumbuhan utamanya," tegasnya.

Pergeseran Tren Liburan

Tekanan ekonomi memang nyata. Hal ini terlihat dari penurunan rata-rata pengeluaran wisatawan per perjalanan.

Tahun 2023 rata-rata Rp 2,7 juta per perjalanan. Tahun 2024 turun menjadi Rp 2,3 juta per perjalanan.

Meski lebih hemat, frekuensi perjalanan justru naik. BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara tembus 1,02 miliar pada 2024 (naik 21,61 persen).

Tren positif ini berlanjut hingga akhir 2025.

Jawa Timur Juara Destinasi Favorit

Kabar baik bagi warga Jatim! Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai primadona wisata domestik.

Sepanjang tahun 2024, Jatim mencatatkan 218,7 juta kunjungan, mengungguli daerah lain di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Alasannya sederhana dan masuk akal bagi kelas menengah.

Jarak tempuh dekat berarti hemat ongkos transportasi.

Infrastruktur baik. Ada akses jalan tol dan transportasi umum yang memadai.

Sebaliknya, destinasi wilayah Timur seperti Papua masih sepi kunjungan karena biaya transportasi yang selangit. Jadi, bagi Anda kaum kelas menengah, jangan ragu mengambil cuti sejenak. Selain menjaga kewarasan mental, liburan Anda ternyata adalah napas bagi ekonomi negeri ini. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#liburan hemat #ekonomi #2026 #kelas menengah #hemat #data bps #Tren Pariwisata #wisata jawa timur #healing #Biaya Hidup Naik