Jawa Pos Radar Madiun – Malang selalu punya alasan untuk dirindukan. Kota berhawa sejuk ini menawarkan wisata alam, edukasi, hingga kawasan heritage yang cocok untuk semua kalangan.
Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Malang, berikut lima destinasi wisata yang wajib masuk daftar kunjungan.
1. Gunung Bromo
Gunung Bromo menjadi ikon wisata Jawa Timur yang mendunia. Panorama sunrise dari Penanjakan selalu berhasil memukau wisatawan. Lautan pasir yang luas serta kawah aktifnya menghadirkan pengalaman petualangan tak terlupakan.
Bagi pecinta fotografi dan wisata alam, Bromo adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.
2. Jatim Park 1
Jatim Park 1 memadukan konsep taman hiburan dan edukasi. Beragam wahana permainan hingga zona pembelajaran interaktif tersedia untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Lokasinya yang berada di Kota Batu menjadikannya salah satu destinasi favorit keluarga saat liburan.
3. Jatim Park 2
Berbeda dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2 lebih fokus pada wisata edukasi satwa. Di dalamnya terdapat Batu Secret Zoo dan Museum Satwa yang menampilkan koleksi hewan dari berbagai belahan dunia.
Tempat ini cocok untuk wisata keluarga sekaligus menambah wawasan.
4. Kayutangan Kampoeng Heritage
Bagi pecinta wisata sejarah dan spot foto estetik, Kayutangan kampoeng Heritage menjadi pilihan tepat. Kawasan ini menghadirkan suasana tempo dulu dengan bangunan kolonial yang masih terawat.
Saat sore hingga malam hari, lampu-lampu klasik menyala dan menciptakan suasana romantis di pusat Kota Malang.
5. Pantai Watu Leter
Pantai Watu Leter menawarkan suasana yang lebih tenang dan alami. Dikelilingi hutan mangrove serta pasir kecokelatan yang bersih, pantai ini cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh dari keramaian.
Keindahan alamnya masih asri dan menjadi spot favorit untuk menikmati sunset.
Itulah lima destinasi wisata di Malang yang wajib didatangi saat liburan. Mulai dari gunung, taman hiburan, kawasan heritage hingga pantai eksotis, semuanya tersedia dalam satu kota.
Jadi, destinasi mana yang akan Anda kunjungi lebih dulu? (*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo
Editor : Mizan Ahsani