Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Enam Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih, Terdampak Kebakaran di Bukit Teletubbies

Budhi Prasetya • Rabu, 13 September 2023 | 02:30 WIB
AKIBAT ULAH MANUSIA: Pemadaman api di Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di desa Ngadirejo, Sukapura, Probolinggo, kemarin (7/9). (BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO)
AKIBAT ULAH MANUSIA: Pemadaman api di Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di desa Ngadirejo, Sukapura, Probolinggo, kemarin (7/9). (BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO)

PROBOLINGGO, Jawa Pos Radar Madiun – Selain merusak vegetasi alam, kebakaran yang terjadi di Bukit Teletubbies, kawasan wisata Gunung Bromo, juga terdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga sekitar. Sedikitnya 1.180 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih, lantaran pipa air ke rumah warga ikut terbakar.

Mereka tersebar di enam desa yang ada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Antara lain, Desa Jetak, Ngadas, Wonotoro, Wonokerto, Ngadirejo, dan Sapikerep.

Rinciannya, di Desa Wonokerto dan Ngadas masing-masing 250 KK; Desa Wonotoro sebanyak 200 KK; Desa Jetak dan Sapikerep masing-masing 150 KK. Lalu, di Desa Ngadirejo sebanyak 180 KK.

Kades Ngadas Kastaman mengungkapkan, warga di RT 6 desa setempat mengalami krisis air bersih sejak Minggu (10/9). Sebab, air bersih di RT 6 ini dipenuhi dari sumber air di dekat Bukit Teletubbies.

Kebakaran yang terjadi di Bukit Teletubbies pada Sabtu (9/9) lalu menyebabkan pipa yang mengalirkan air bersih ke rumah warga ikut terbakar. Alhasil, air pun tidak bisa mengalir ke rumah-rumah warga seperti biasanya.

Kini, warga harus mengambil air bersih dari Dusun Krajan sejauh tiga kilometer. Pengambilan air bersih ini menggunakan mobil, lalu dibagi langsung pada kepala keluarga (KK) sesuai kebutuhan.

“Lokasi sumber air bersih ini masih masuk Desa Ngadas. Cuma karena lokasinya jauh, maka kami menggunakan mobil, bukan jeriken,” kata Kastaman.

Dia berharap krisis air bersih bisa segera selesai. Semestinya, Selasa (12/9) atau Rabu (13/9), krisis ini bisa teratasi. Sebab, pemadaman kebakaran sudah hampir selesai. Sehingga, pipa paralon yang menyalurkan air bersih bisa disambung.

Hal senada juga dilontarkan Kades Jetak Ngantoro, yang menyebut krisis air bersih di desanya juga terjadi karena pipa paralon di dua sumber air di kawasan Bukit Teletubbies juga terbakar. Selain itu, penyedot pompa pada sumber air yang berada di desa juga rusak.

Akibatnya, warga yang terdampak kondisi ini harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan kecamatan untuk menemukan solusi agar desa bisa segera menyuplai kebutuhan air bersih untuk warga.

“Untuk setiap KK itu, membeli air bersih sesuai kebutuhan. Ini masih menjadi pekerjaan rumah kami untuk dapat menyuplai air bersih selama kawasan Bromo terbakar,” tutur Ngantoro.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Syarif menyebut, pihaknya sudah mendata jumlah KK yang mengalami krisis air bersih. Saat ini, pihaknya sedang pengajuan pada bupati untuk segera menyuplai air bersih.

 “Untuk sementara, baru Desa Sapikerep yang disuplai melalui mobil suplai dari Dinas Sosial. Setiap harinya membawa 3.000 liter air bersih,” terang Oemar.

Editor : Budhi Prasetya
#karhutla #Kebakaran bukit teletubbies #gunung bromo #krisis air bersih #teletubbies