JAWA POS RADAR MADIUN - Berupa-rupa keanekaragaman hayati di Tanah Air. Semua punya fungsi, peran, dan manfaat masing-masing. Ada flora dan ada juga fauna.
Berkaitan dengan itu, setiap daerah punya flora dan fauna khas masing-masing. Tak terkecuali Kota Bandung.
Daerah ini punya flora dan fauna khas, yaitu anggrek bulan dan owa Jawa. Si cantik dan sang primata.
Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan sebagai flora identitas Kota Bandung.
Tanaman ini terkenal karena bentuk bunganya yang indah dan mekar tahan lama.
Warna putihnya elegan dengan semburat kuning atau ungu di bagian tengah, melambangkan kesucian dan keindahan.
Sebagai kota yang dikenal sejuk dan berhawa pegunungan, Bandung menjadi habitat ideal untuk budidaya anggrek.
Anggrek Bulan juga sering tampil dalam hiasan taman, event resmi pemerintah kota, hingga simbol estetika kota kreatif.
Kini, pemerintah Kota Bandung bersama komunitas pecinta anggrek turut melakukan konservasi dan edukasi budidaya anggrek.
Itu agar tanaman khas ini tetap lestari dan dapat dibudidayakan di rumah-rumah warga.
Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan fauna khas Kota Bandung yang hidup di kawasan hutan lindung dan taman nasional bagian selatan kota, seperti Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda dan Kawasan Leuweung Sancang.
Primata ini dikenal karena monogami, memiliki suara melengking khas saat pagi, dan menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan.
Sayangnya, Owa Jawa termasuk dalam satwa langka yang terancam punah akibat fragmentasi habitat dan perburuan liar.
Upaya pelestarian terus dilakukan melalui program reintroduksi, rehabilitasi, dan patroli satwa liar oleh BKSDA serta lembaga konservasi lokal.
Owa Jawa bukan hanya primata, tapi penjaga hutan dan paru-paru Bandung.
Kalau owa punah, itu tanda hutan kita sedang sakit.
Baik Anggrek Bulan maupun Owa Jawa memiliki nilai ekologis dan simbolis yang tinggi.
Keduanya mencerminkan identitas Bandung sebagai kota hijau, berbudaya, dan peduli lingkungan.
Pelestarian flora dan fauna khas ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem kota. Mendukung pendidikan lingkungan. Serta, memperkuat pariwisata dan identitas lokal Bandung. (den)
Editor : Deni Kurniawan