Jawa Pos Radar Madiun - Sidoarjo, sebuah kabupaten di Jawa Timur, tak hanya dikenal sebagai kota industri dan sentra perikanan. Daerah ini juga memiliki kekayaan hayati yang unik dan menarik.
Dua di antaranya adalah flora Berenuk (Crescentia cujete) dan fauna Itik Mojosari, yang menjadi kebanggaan sekaligus identitas lokal daerah ini.
Artikel ini akan mengulas seputar itu. Pun, pentingnya pelestarian, dan mengapa perlu mengenal lebih dekat flora dan fauna khas Sidoarjo ini.
Berenuk atau dikenal juga sebagai calabash tree adalah tanaman langka dengan bentuk buah yang besar dan bundar menyerupai tempurung.
Tanaman ini dulunya banyak ditemukan di lingkungan pesantren dan taman-taman rumah warga di Sidoarjo.
Sayangnya, keberadaan Berenuk kini semakin langka dan jarang dijumpai.
Berenuk bisa dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Buah Berenuk dikenal memiliki khasiat untuk mengatasi batuk, demam, dan masalah pencernaan.
Juga punya keunikan estetika. Pohon ini juga kerap digunakan sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang eksotis.
Berenuk memiliki nilai historis karena sering digunakan dalam tradisi masyarakat Jawa.
Sebagai fauna khas, itik Mojosari adalah ras unggulan dari Sidoarjo, tepatnya berasal dari Kecamatan Mojosari.
Dikenal dengan bulu berwarna cokelat keemasan dan produktivitas telurnya yang tinggi. Itik Mojosari menjadi favorit para peternak di Indonesia.
Itik Mojosari tergolong produktif. Dapat menghasilkan hingga 200–250 butir telur per tahun.
Daya tahannya kuat. Cocok dipelihara di berbagai kondisi lingkungan tropis.
Potensi ekonominya, telurnya banyak dijadikan bahan dasar untuk telur asin dan produk olahan lainnya, menjadikannya komoditas bernilai tinggi.
Melestarikan flora dan fauna lokal seperti Berenuk dan Itik Mojosari adalah bentuk tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan warisan budaya.
Selain itu, keduanya memiliki potensi ekonomi dan kesehatan yang belum sepenuhnya digali.
Upaya pelestarian bisa dilakukan untuk menanam kembali pohon Berenuk di ruang publik atau rumah.
Pun, Mendukung peternakan lokal yang membudidayakan Itik Mojosari secara berkelanjutan.
Mengenal flora dan fauna khas Sidoarjo ini lebih dekat tidak hanya belajar tentang kekayaan alam, tapi juga ikut andil dalam upaya pelestariannya. (*/den)
*Penulis: Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Deni Kurniawan