Program Kang Ebit Pertamina, Birket Limbah Siwalan Jadi Energi Alternatif

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 15 Juli 2025 | 18:29 WIB
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus meluncurkan program "Kampung Eco-Briket" atau Kang Ebit.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus meluncurkan program "Kampung Eco-Briket" atau Kang Ebit.

Jawa Pos Radar Madiun – Fuel Terminal Tuban di bawah Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus meluncurkan program "Kampung Eco-Briket" atau Kang Ebit.

Inovasi ini mengolah limbah organik seperti siwalan dan batok kelapa menjadi briket ramah lingkungan bernilai ekonomi tinggi.

Program tersebut hadir sebagai respons terhadap permasalahan limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan akses ekonomi masyarakat rentan.

Bahan baku berasal dari limbah siwalan yang banyak ditemukan di wilayah Tuban dan batok kelapa yang kerap terbuang.

Menurut Kepala Bapperida Tuban Alek Mashadi, briket hasil olahan ini mendukung energi terbarukan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Kehadiran briket ramah lingkungan ini tidak hanya menjadi alternatif bahan bakar fosil, tapi juga memberdayakan warga lokal,” jelasnya.

Kelompok rentan seperti ibu rumah tangga, lansia produktif, dan pemuda tidak bekerja dilibatkan dalam seluruh proses produksi.

Mulai pengumpulan bahan baku, pencetakan, hingga pengemasan dan pemasaran.

Fuel Terminal Manager Tuban Rahmad Febriadi menyebut Kang Ebit sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Solusi sosial dan lingkungan harus datang dari akar rumput. Kang Ebit adalah contoh nyata kolaborasi yang berdampak positif,” katanya.

Hingga pertengahan 2025, produksi briket dari program ini telah mencapai 14 ton per bulan.

Distribusinya menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk sektor rumah tangga dan pelaku UMKM.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut program ini sejalan dengan pengelolaan limbah B3.

“Kami ingin menjadi contoh pengelolaan lingkungan di sektor energi, termasuk pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Editor : Hengky Ristanto
pertamina patra niaga tuban Limbah B3 energi alternatif Eco-Friendly pemberdayaan masyarakat briket Kang Ebit limbah siwalan