Jawa Pos Radar Madiun – Permasalahan kecil terjadi dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi.
Seorang siswa sekolah yang menempati gedung Balai Diklat PNS di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, berulah.
Baru sepekan mengikuti kegiatan pendidikan di SR, ia dikabarkan kabur dari asrama pada malam hari.
Dilansir dari JawaPos.com, siswa tersebut berinisial R yang tercatat sebagai murid kelas 10.
Singkat cerita, siswa yang kabur dari asrama Sekolah Rakyat tersebut akhirnya ditemukan di rumah orang tuanya di Kecamatan Rogojampi.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kepala Tata Usaha SR Ida Bagus Ardasasmita. Tindakan keluar tanpa izin alias kabur itu membuat pihak sekolah memutuskan mengembalikan R ke orang tuanya.
“Yang bersangkutan sudah kembali ke rumahnya di Rogojampi. Siswa tersebut akhirnya kita keluarkan dari Sekolah Rakyat. Biar dibina oleh orang tuanya,’’ ujar Ida Bagus, seperti dilansir dari JawaPos.com yang mengutip Radar Banyuwangi, Jawa Pos Group, Rabu 23 Juli 2025.
Sementara itu, Kepala Sekolah SR Banyuwangi Chitra Arti Maharani mengatakan, Sekolah Rakyat ditujukan untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin (gamis).
Meski tak menampik ada siswa yang sebelumnya memiliki latar belakang anak jalanan punk, dirinya menyebut ada juga siswa memiliki talenta luar biasa untuk dibina dan dikembangkan.
Menurutnya itu merupakan hal yang luar biasa di balik keterbatasan ekonomi orang tua mereka.
Seperti yang ditemukan di SR jenjang SMA di Banyuwangi. Prestasi dua siswa diketahui pihak sekolah saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Kami sangat terkejut sekaligus bangga. Ternyata ada satu siswa yang telah hafal Al-Qur’an 22 juz dan satu lagi hafal 5 juz. Ini diketahui saat kegiatan malam hari seperti mengaji dan belajar agama," ucap Chitra. (*)
Editor : Budhi Prasetya