SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur organisasi.
Sebanyak 580 pejabat eselon III dan IV resmi dilantik Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada akhir pekan lalu.
Mereka langsung ditugaskan mengisi pos yang sebelumnya kosong akibat gelombang pensiun ASN.
Khofifah menyebut mutasi diperlukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
’’Mereka yang telah dilantik akan langsung mengisi pos tugasnya masing-masing,’’ ujarnya.
Menurut Khofifah, kebutuhan rotasi jabatan tidak bisa dihindari.
Pasalnya, sebanyak 2.836 ASN di lingkungan Pemprov Jatim telah memasuki masa pensiun.
Kondisi ini membuat sejumlah posisi struktural harus segera diisi agar tidak mengganggu ritme organisasi.
Di sisi lain, Pemprov Jatim juga menyiapkan seleksi terbuka (open bidding) untuk enam jabatan eselon II (setara kepala dinas) yang hingga kini masih lowong.
Kursi yang akan direbutkan antara lain: Asisten I Setdaprov Jatim, Asisten II Setdaprov Jatim, Asisten III Setdaprov Jatim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas PU Sumber Daya Air (PUSDA) dan Staf Ahli Gubernur.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Indah Wahyuni, memastikan proses seleksi telah mulai digarap.
’’Tim panitia seleksi (pansel) sudah dibentuk. Saat ini proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja masih berlangsung,’’ ujarnya.
Dengan mutasi masif ini, Pemprov berharap kinerja organisasi semakin profesional dan adaptif menghadapi berbagai tantangan birokrasi ke depan. (ian/ris/her)
Editor : Hengky Ristanto