Jawa Pos Radar Madiun - Pasar smartphone global diperkirakan akan menghadapi tekanan harga serius pada 2026.
Kenaikan ini bukan disebabkan inflasi global, konflik geopolitik, maupun krisis chip seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, melainkan karena kelangkaan komponen penting bernama RAM.
Isu ini diangkat oleh David dari kanal teknologi YouTube GadgetIn, yang menyebut bahwa pasar memori global sedang memasuki fase tidak biasa.
Menurutnya, pasokan RAM untuk konsumen mulai tergerus signifikan. “Supply RAM lagi dikit, dan itu bikin harganya jadi terbang,” ujar David, Kamis (11/12).
Industri AI Jadi Penyebab Utama Kelangkaan RAM
Kelangkaan RAM bukan terjadi karena pabrik memori berhenti produksi atau mengalami gangguan besar.
Produksi RAM masih berjalan relatif normal, dan permintaan smartphone secara global juga tidak menunjukkan lonjakan ekstrem.
Di balik layanan populer seperti ChatGPT, Gemini, Grok, Galaxy AI, hingga Adobe Firefly, terdapat server raksasa yang bekerja tanpa henti.
Setiap perintah pengguna—mulai dari membuat teks, mengedit foto, hingga menghasilkan gambar AI—memerlukan daya komputasi dan memori yang sangat besar.
Menurut David, teknologi AI sebenarnya tidak berbeda dengan komputer pada umumnya, hanya skalanya jauh lebih besar dan kompleks.
“Jangan anggap AI itu mistis. Itu semua cuma komputer dan algoritma,” jelasnya.
Lonjakan Penggunaan AI Picu Perang Memori
Dalam satu tahun terakhir, penggunaan layanan AI generatif meningkat drastis.
Perusahaan teknologi global berlomba memperluas data center mereka, yang secara otomatis meningkatkan permintaan RAM kelas enterprise dalam jumlah masif.
Akibatnya, pasokan RAM untuk sektor lain—termasuk industri smartphone—menjadi terbatas.
Kondisi ini mendorong harga RAM global naik dan membuat produsen ponsel kesulitan mendapatkan komponen dengan harga stabil.
Produsen RAM Lebih Mengutamakan Pasar AI
Situasi ini justru menguntungkan pabrikan RAM. Permintaan dari sektor AI dinilai jauh lebih menguntungkan dibanding pasar konsumen, termasuk smartphone.
“Apapun yang berhubungan sama AI, orang berani bayar mahal,” kata David.
Salah satu contoh nyata adalah Micron, yang memutuskan menghentikan lini memori consumer brand Crucial untuk mengalihkan fokus ke produksi RAM dan SSD kelas enterprise yang dibutuhkan data center AI.
Langkah ini mempertegas arah industri memori global yang kini lebih condong ke sektor AI.
Harga Smartphone Terancam Naik
RAM merupakan komponen krusial dalam smartphone modern. Ketika harga RAM meningkat, biaya produksi ponsel otomatis ikut terdongkrak.
Dalam kondisi seperti ini, produsen smartphone hampir tidak memiliki pilihan selain menyesuaikan harga jual.
Sejumlah analis memprediksi beberapa dampak yang mungkin terjadi pada 2026.
Mulai dari kenaikan harga ponsel kelas menengah, lonjakan harga flagship yang lebih agresif, hingga strategi menurunkan kapasitas RAM pada ponsel entry-level demi menekan biaya produksi.
Jika tren perebutan RAM oleh industri AI terus berlanjut, 2026 berpotensi menjadi tahun di mana harga smartphone tidak lagi semurah sekarang.
Konsumen kemungkinan harus lebih selektif dalam memilih perangkat, sementara produsen dituntut mencari strategi baru agar tetap kompetitif. (cor)
Editor : Andi Chorniawan