Jawa Pos Radar Madiun – Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan manis dan cairan yang cukup saat waktu berbuka tiba. Salah satu minuman tradisional yang cocok untuk melepas dahaga adalah dawet selasih.
Perpaduan cendol, gula merah, santan, dan biji selasih menghasilkan rasa manis, gurih, sekaligus menyegarkan. Tak heran jika minuman ini sering hadir di meja takjil saat Ramadan.
Segar dan Mengembalikan Energi
Dawet selasih mengandung gula merah yang mampu membantu mengembalikan energi dengan cepat. Kandungan santan memberikan rasa gurih yang menenangkan, sementara biji selasih yang kaya serat membantu pencernaan setelah seharian berpuasa.
Salah satu varian dawet yang terkenal di Indonesia adalah dawet ayu . Meski begitu, kini banyak kreasi dawet yang disesuaikan dengan selera masing-masing daerah.
Cocok untuk Takjil Keluarga
Tekstur cendol yang lembut berpadu dengan kenyalnya biji selasih membuat minuman ini disukai anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, bahan-bahannya mudah ditemukan dan harganya terjangkau.
Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, berikut resep sederhana dawet selasih untuk berbuka puasa.
Resep Dawet Selasih
Bahan-bahan:
- 200 gram cendol siap pakai
- 2 sendok makan biji selasih, rendam dengan air hangat hingga mengembang
- 500 ml santan cair
- 150 gram gula merah, serut
- 2 sendok makan gula pasir (opsional)
- 1 lembar daun pandan
- 1/2 sendok teh garam
- Es batu secukupnya
Cara membuat:
- Rebus gula merah, gula pasir, daun pandan, dan sedikit air hingga larut. Saring, lalu dinginkan.
- Rebus santan bersama garam sambil diaduk agar tidak pecah. Angkat dan dinginkan.
- Siapkan gelas, masukkan cendol dan biji selasih yang sudah mengembang.
- Tuang larutan gula merah sesuai selera.
- Tambahkan santan dan es batu. Aduk perlahan sebelum disajikan.
Dawet selasih siap dinikmati sebagai menu berbuka yang manis dan menyegarkan.
Selain menghilangkan dahaga, minuman ini juga menghadirkan suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan di rumah.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani