Jawa Pos Radar Madiun - Udara malam yang semakin menusuk mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Memasuki puncak musim kemarau, suhu udara turun signifikan, terutama di kawasan dataran tinggi.
Fenomena yang dikenal sebagai bediding ini kembali muncul dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Iklim Jawa Timur, kawasan Gunung Bromo menjadi lokasi dengan suhu paling rendah.
Bahkan, pembaruan data terbaru menunjukkan suhu minimum di wilayah tersebut mencapai 8,2 derajat Celsius.
BMKG: Suhu Dingin Diperkirakan Berlangsung hingga Agustus
BMKG menjelaskan fenomena bediding merupakan kondisi yang umum terjadi pada musim kemarau.
Saat langit cenderung cerah dan minim tutupan awan, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari.
Baca Juga: Terobosan Ilmuwan Jepang: CRISPR Berhasil Hapus Kromosom Ekstra Penyebab Down Syndrome
Akibatnya, suhu udara menjelang malam hingga dini hari mengalami penurunan yang cukup tajam.
Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar Agustus 2026, seiring dominasi musim kemarau di Jawa Timur.
Sebaliknya, suhu pada siang hari justru terasa lebih panas. BMKG memperkirakan suhu maksimum di sejumlah wilayah
berada pada kisaran 33 hingga 35 derajat Celsius, bahkan beberapa daerah berpotensi mencapai 36 derajat Celsius.
Perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam menjadi ciri khas fenomena bediding.
Daftar 5 Daerah Terdingin di Jawa Timur
Berdasarkan hasil pengamatan stasiun meteorologi, Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) periode 30 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Juli 2026 pukul 07.00 WIB,
berikut lima wilayah dengan suhu minimum terendah di Jawa Timur:
- AWS Bromo, Probolinggo – 8,2°C
- Lanud Abd Saleh, Malang – 12,4°C
- Stageof Pasuruan (Tretes) – 12,6°C
- AWS Kota Batu – 13,8°C
- AWS Karangan, Trenggalek – 14,7°C
Data tersebut menunjukkan kawasan pegunungan masih menjadi wilayah yang mengalami penurunan suhu paling signifikan selama musim kemarau.
Baca Juga: Nekat Masukkan Belut demi Atasi Sembelit, Pria Ini Justru Berakhir di Meja Operasi
Tidak Semua Wilayah Tercatat
BMKG juga menjelaskan bahwa daftar tersebut belum mencakup seluruh kabupaten maupun kota di Jawa Timur.
Beberapa daerah belum mengirimkan data karena perangkat pemantauan sedang menjalani perawatan atau wilayah tersebut belum memiliki fasilitas Automatic Weather Station (AWS).
Karena itu, daftar suhu terendah yang dirilis merupakan hasil pengamatan dari stasiun yang aktif mengirimkan data selama periode pengamatan.
Masyarakat Diimbau Waspada
Seiring berlanjutnya fenomena bediding, masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari,
terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu dingin.
Penggunaan pakaian hangat, menjaga kondisi tubuh, serta memperhatikan kesehatan menjadi langkah sederhana yang disarankan agar aktivitas tetap berjalan dengan nyaman selama fenomena ini berlangsung.
Fenomena bediding sendiri merupakan kejadian musiman yang lazim terjadi di Indonesia,
khususnya saat puncak musim kemarau. Meski udara malam terasa sangat dingin, kondisi tersebut biasanya disertai cuaca cerah pada siang hari dengan intensitas sinar matahari yang lebih tinggi. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun