Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Susuhin Angin (5-Habis) - Kebohongan yang Menjadi Berkah

Mizan Ahsani • Sabtu, 30 Maret 2024 | 04:00 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

PARA raksasa kembar langsung menemui Bima. Mereka tertawa karena kedatangannya ke hutan ini hanya mencari kayu gung susuhing angin.

Keduanya juga menganggap bahwa hutan ini adalah gunung Reksamuka.

Raksasa kembar itu langsung menyuruh Bima untuk bersedia menjadi makanan mereka.

Bima geram. Ia langsung berusaha menghajar Rukmaka dan Rukmakala.

Pertempuran pecah. Ketika salah satu raksasa mati, maka ketika tubuhnya dilompati ia akan hidup kembali.

Bima mencoba tak ambil pusing.

Sebagai satria yang sakti ia langsung membunuh keduanya dengan cara mengadu kepalanya hingga mati bersamaan.

Barulah ketahuan siapa sosok kedua raksasa itu.

Rupanya mereka jelmaan dari Batara Indra dan Batara Bayu yang sedang mengalami hukuman.

Batara indra dan Batara Bayu mengetahui kejadian sesungguhnya tentang Durna yang mengarang cerita tentang kayu gung susuhing angin dan gunung Candramuka.

Namun, Dewa Indra tetap memberikan ilmu penting.

"Kayu gung susuhing angin itu artinya, kayu adalah kayun artine keinginan. Gung itu besar, dan susuhing angin itu adalah nafas," jelasnya.

Sementara, Candradimuka dapat dimaknai sebagai candra yang berarti wajah, dan muka yang berarti depan.

Bila diartikan, manusia terkadang mempunyai keinginan yang baik. Kuncinya, bernafas dengan tenang dengan memikirkan hal kedepan.

Manusia tidak boleh asal bertindak demi keamanan dan kesejahteraan.

Bima yang mendengarnya sangat senang seolah tahu Durna berhasil meruwat Dewa Indra dan Bayu serta benar-benar membuat ia mengetahui apa itu susuhing angin.

Ia kemudian pamit, untuk menghaturkan ilmu itu kepada Durna.

Durna yang kala itu hanya membohongi Bima sekarang terkejut karena kebohongannya berbuah ilmu bagi muridnya. (naz)

*Penulis alumnus Isi Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #angin #Lakon #wayang