Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Jayadrata Tigas (3) - Sampai Matahari Terbenam

Ki Damar • Rabu, 3 April 2024 | 03:45 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)

SUMPAH yang diucap oleh Arjuna disaksikan oleh langit dan bumi. Banyak pula prajurit yang mendengar. Kabar ini menyebar dengan cepat pula ke kalangan lawan.

Duryudana semakin keras melarang Jayadrata untuk ke Kurusetra.

Dengan begitu, supaya Arjuna bisa mati obong dan akhirnya Pandawa semakin terpuruk.

Duryudana memasrahkan Jayadrata kepada ayahnya, Resi Sindunata.

Ia mewanti-wanti agar sang ayah menjaga Jayadrata.

Dalam benak Jayadrata, sesungguhnya ia ingin ke Kurusetra dan menyaksikan Arjuna mati obong.

"Janganlah kau pergi anakku, tunggulah di sini," kata Sindunata, mencegah sang anak.

Photo
Photo

"Dengan berada di sini kau ikut membela negara. Bila sampai matahari terbenam kau tidak diketahui Arjuna, ia akan mati obong sehingga Pandawa akan kocar-kacir," jelasnya.

Jayadrata mengungkapkan kegelisahannya.

"Bagaimana saya tenang, ayah. Saya adalah satria yang mengabdikan diri dan menantikan Baratayudha agar Prabu Duryudana bangga dengan saya," kata dia.

"Lalu, kenapa saya berakhir diasingkan, seolah saya adalah tahanan perang?," tanya sang anak.

Resi Sindunata kembali meyakinkan Jayadrata.

"Anakku, kau adalah anakku satu-satunya. Engkaulah harta termahal di dunia ini," tutur Sindunata.

"Pikirkanlah nasib ibumu yang lama menantikan kehadiranmu. Jagalah perasaan ibumu," imbuhnya.

Mendengar perkataan ayahnya, Jayadrata termenung. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#jayadrata #cerpen #Baratayudha #Lakon #wayang