DI tempatnya, Kunti berkumpul dengan anak-anaknya. Ia memberikan petuah tentang kesabaran dan hidup sederhana.
Manusia, kata Kunti, harus berperilaku layaknya air, dapat menyesuaikan wadah atau tempatnya. Maksudnya, manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat untuk sesama.
Bima tiba-tiba datang membawa kabar kepada ibunya.
Bahwa ia diberi hutan Wanamarta untuk kemuliaan Pandawa.
Kunti merasa tak pantas mendapatkan tanah atau hutan seluas itu. Kunti menuturkan bahwa manusia hidup memang memerlukan tempat tinggal.
Tapi tidak butuh sesuatu yang berlebihan.
Arjuna lalu menyampaikan pendapatnya.
"Bukankah seharusnya malah tidak bingung, ibu? Kita seharusnya mendapatkan kerajaan tapi diberi hutan," terangnya.
Puntadewa mengomentari sang adik.
"Arjuna, apakah kamu lupa perkataan ibu Kunti? Bahwa manusia ketika mati tidak akan membawa apapun. Yang dibawa adalah amal semasa hidup," tuturnya.
Wejangan Puntadewa membuat Arjuna malu.
Ia lantas memnta maaf kepada ibunya.
Bayangkan, Kunti adalah istri raja tapi ia setia merawat anaknya dan tidak membutuhkan kekuasaan yang melimpah.
Kunti juga seorang adik raja di Mandura. Namun, ia tidak pulang ke dan lebih memilih hidup sederhana dengan anak-anaknya. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani