Banyak ODGJ di Pacitan Kambuh karena Putus Obat, Dinkes Libatkan Tetangga

Jawa Pos Radar Pacitan – Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa di Pacitan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sebab, tidak sedikit pasien mengalami kekambuhan hingga kembali dipasung keluarga karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan, Nur Farida, mengatakan gangguan jiwa dipicu banyak faktor.
Mulai tekanan ekonomi, persoalan sosial, faktor keturunan hingga trauma psikologis.
“Kasus gangguan jiwa memang multifaktor. Bisa karena tekanan ekonomi dan sosial, faktor genetik maupun trauma,” ujarnya, Sabtu (9/5).
Menurut Farida, penanganan pasien dilakukan sejak tingkat puskesmas.
Pasien yang terdata langsung mendapatkan pengobatan serta pendampingan rutin dari tenaga kesehatan.
Selain itu, dinkes juga membentuk sistem pengawasan minum obat dengan melibatkan keluarga hingga tetangga dekat pasien.
Langkah tersebut dilakukan agar pasien tidak putus pengobatan.
“Puskesmas membentuk pengawasan minum obat. Bisa dari keluarga maupun lingkungan sekitar supaya pasien rutin menjalani terapi,” katanya.



