Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Gatutkaca Gugur (1) - Penyerbuan di Malam Senyap

Ki Damar • Kamis, 11 April 2024 | 01:45 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)

PERANG telah usai. Matahari tenggelam di ufuk barat. Para prajurit mundur dengan membawa rekannya yang masih hidup.

Ada yang sempal bahunya, hilang tangannya, buntung kakinya, atau lenyap telinganya.

Bangkai gajah, kuda, dan remukan kereta menjadi hiasan Kurusetra setiap harinya.

Sengkuni memikirkan siasat perang di mana Kurawa terus mengalami kerugian besar. Banyak prajurit dan Senopati yang tewas.

Akhirnya ia mengajukan saran kepada Duryudana.

Malam nanti mereka harus menyerbu Pesanggrahan Pandawa.

Duryudana awalnya tidak setuju karena itu melanggar peraturan perang.

Kala itu, Basukarna sebagai senopati perang setuju dengan rencana itu. Karena pada malam hari, Pandawa akan lengah.

Niscaya banyak korban yang tewas pada malam hari.

Duryudana menyetujui dan meminta Basukarna bersiap. Ia diminta menyiapkan pasukan untuk menggempur tempat peristirahatan Pandawa.

Basukarna merasa diuntungkan karena Wadyabala Ngawangga adalah raksasa. Penglihatannya sangat tajam ketika malam.

Oncor api telah disiapkan. Penyerbuan itu dimulai dengan sangat senyap.

Dalam perjalanan, salah satu kereta Kurawa terjebak dalam tanah yang penuh darah.

Dari kejauhan, para prajurit Pandawa yang berjaga melihat ada sekerumunan orang yang membawa obor api di tengah malam. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#werkudara #cerpen #Pandawa #Gatutkaca #Lakon #wayang