NAMANYA Mintaraga. Namun sebenarnya, ia adalah Arjuna. Ia menggunakan nama itu pada waktu mengasingkan diri dan bertapa.
Minta berarti memisah, raga berarti badan yang kasar, jadi pada masa itu Arjuna menjernihkan pikirannya, supaya terpisah dari badan yang kasar.
Arjuna bertapa supaya ingin berjaya pada saat terjun di Perang Baratayudha.
Pada umumnya, seseorang bertapa selaul mendapat godaan dari segala setan, supaya pertapaannya batal.
Hal itu dialami seorang raja raksasa bernama Prabu Niwatakawaca di Ima-imantaka.
Raja ini berkehendak akan meminang seorang bidadari di Suralaya (tempat dewa-dewa) bernama Dewi Supraba.
Akan tetapi permintaan itu ditolak oleh Hyang Indra.
Karena penolakan ini, Prabu Niwatakawaca sangat murka.
Ia berusaha merusak Kaendran, tempat Batara Indra. Saat kejadian ini berlangsung, Arjuna sedang bertapa di bukit Indrakila dan bergelar Begawan Mintaraga.
Hyang Indra yang kerepotan ingin meminta bantuan Arjuna. Ia mengirim para bidadari untuk menggoda sang begawan.
Namun pada akhirnya, para bidadari ini gagal. Sebaliknya, mereka justru tergila-gila pada Arjuna. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani