Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Petruk Mantu (4) - Campur Tangan Dewa

Ki Damar • Rabu, 17 April 2024 | 03:15 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang (RADAR MADIUN)

TENTU saja Gareng kebingungan. Tempatnya akan dibuat resepsi pernikahan. Malah berantakan akibat perkelahiran dua pihak yang sama-sama menginginkan anaknya.

Sebelum semakin porak poranda, Semar melerai pertikaian Sitija dan Dursasana.

Ia lalu membuat syarat kepada Sengkuni dan Sitija. Siapa saja boleh menikahi Nalawati bila calon temanten laki-lakinya membawa kembang wijaya kusuma.

Mendengar itu, mereka undur diri dan segera mencari Prabu Kresna. Sebab, yang memiliki kembang itu hanyalah Raja Dwarawati.

Semar juga meminta Gareng untuk membuat syarat yang sama. Ia lalu menyuruh Bagong untuk mengantarkan surat itu kepada Petruk.

Beberapa waktu kemudian, di Pecruk Panyukilan yang merupakan tempat Petruk, Lengkung Kusuma merasa sangat senang karena sebentar lagi ia akan menikah.

Petruk meminta Lengkung Kusuma untuk sering bertirakat dan berdoa karena cobaan mempelai itu banyak.

Tak lama, Bagong datang dengan membawa sepucuk surat. Isinya, Petruk harus memberikan kembang wijaya kusama apabila ingin menikahkan anaknya dengan Nalawati.

Petruk terkejut karena pernikahan sudah dekat. Kenapa baru sekarang dimintai syarat.

"Ini namanya Kakang Gareng menolak Petruk dengan halus. Wah, saya tidak terima," ujarnya, seraya bersiap menuju ke tempat Gareng.

Sebelum berangkat, ia dihentikan Kresna dan Arjuna. Sebagai dewa, Kresna sudah tahu sebelum Petruk bercerita.

"Sabarlah engkau Petruk, aku akan membantumu. Mau bagaimanapun, Lengkung Kusuma adalah cucuku dan Prantawati istrimu adalah anakku," tuturnya.

"Maka di pernikahan cucuku ini, aku akan membelamu," sambung Kresna.

Petruk merasa lega dan senang. Ia bergegas menuju ke Blulugtiba dengan membawa manten beserta syaratnya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #Pandawa #mantu #Lakon #wayang #petruk